image
12 November 2017 | 19:31 WIB | EVENT

‘Diponegoro Jazz Music Festival: Jazz Embraces Us’ Energi Baru Untuk Skena Jazz Semarang

Remaja.suaramerdeka.com– Sebagai kota metropolitan, Semarang selalu dikaitkan sebagai kota ‘anyep’ atas segala kemajemukannya. Tak bisa dipungkiri bahwa dari beberapa lini, Semarang memang masih tertinggal dengan kota-kota besar di Indonesia lainnya. Salah satu yang kentara yaitu dari liniyouth culture-nya. Bukan berarti tak ada, meski tak terlalu terlihat tapi sebenarnya Semarang memiliki kekuatan yang cukup potensial dibidang industri kreatifnya. Dari sektor musik, Semarang tentu memiliki banyak musisi lintas genre yang memiliki potensi yang nggak kalah bagusnya dengan musisi lain di kota-kota besar.

Pun kembali lagi, fasilitator adalah salah satu peraduan yang paling sering jadi tombak pembahasannya. Kurangnya fasilitas inilah yang kemudian menjadi dasar dari terlahirnya sebuah konsep event yang baru, segar, dan patut dinantikan. Sebuah gelaran yang awalnya hanya bertujuan sebagai pelengkap kemeriahan rangkaian Dies Natalis Universitas Diponegoro yang ke-60 ini kemudian bertransformasi menjadi sebuah ‘energi’ di ranah musik lokal.“Diponegoro Jazz Music Festival 2017: Jazz Embrace Us”atauDJF 2017adalah peraduan atas segala kegelisahan akan minimnya fasilitas diatas.

Hanya akan menjadi omong kosong bila cuma berperan sebagai tempat peraduan saja tanpa bisa menjadi triger bagi pemusiknya sendiri. Kami berharap bahwasannya DJF yang akan baru pertama kali digelar di tahun 2017 tepatnya pada 16 – 17 November ini bisa menjadi tempat bersemahyamnya para bibit-bibit unggul Jazz di Kota Semarang dan Nasional. Karena memang tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya jika kita ingin menelisik lebih dalam dan lebih dalam lagi, banyak sekali musisi atau band jazz Semarang yang cukup mencuri perhatian. Terlepas dari musisi senior era 80’an seperti Kamadhatu, Semeru, Borobudur, dan masih banyak lagi, beberapa nama yang terbilang baru juga sukses mengukirkan tajinya di belantika musik nasional. Sebut saja Absurdnation yang sukses mendapat tempat di helatan Jazz terbesar tanah air, “Java Jazz Festival”, atau Aljabar yang mampu memikat hati Rhesa Aditya dari Endah n Rhesa untuk menjadi produser di debut albumnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku industri musik di Kota Semarang, kami pun turut menggandeng gerombolan Jazz senior,DACserta komunitas yang membesarkan skena Jazz di Kota Loenpia,Jazz Ngisoringinsebagai line-up di DJF 2017 nanti.

Pun selain mereka berdua, sebagaihighlight-nya gelaran Jazz yang akan diselenggarakan di Widya Puraya Undip ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan tiga nama yang sudah nggak asing lagi di dunia Jazz tanah air seperti,Dua Drum, Barry Likumahua, hinggaYura Yunita. Selain hanya ketiganya, DJF juga akan terasa lebih spesial lagi dengan penampilan kolaborasi dari Dua Drum dan Barry Likumahuwa.

Jauh dari klaim sebagai event Jazz pertama di Semarang, kami juga berharap bahwa DJF bisa sesukses Loenpia Jazz atau Soegijazz (event Jazz milik Universitas Katholik Soegijapranata) dalam hal menyemarakkan gelaran Jazz di Semarang. Tak ayal kami pun juga berharap bahwa DJF bisa disinergikan dengan helatan-helatan tersebut hingga nantinya bisa bersama-sama membentuk harmoni baru yang bisa memberi semangat Jazz untuk kota ini. Ibarat makna dari musik itu sendiri. Lebih dari hanya sekedar media hiburan, tapi kami mengartikan bahwa musik adalah bahasa pemersatu dari sebuah keberagaman.

Buka audisi band tingkat Nasional gratis

Selain hanya akan menampilkan berbagai pemusik jazz terbaik tanah air, dengan tema “Jazz Embraces Us”, Diponegoro Jazz Music Festival juga memiliki keunikan tersendiri dengan salah satu rangkaian acara Audisi Band Jazz untuk umum tingkat Nasional.

Hal ini pun juga sekaligus menjadi refleksi bentuk support kami terhadap musisi-musisi Jazz baru yang ingin memperkenalkan aksi dan karyanya kepada masyarakat luas di DJF 2017 nanti.

Band Audition ini dibuka secara gratis bagi masyarakat umum dengan cara mengisi form pendaftaran serta meng-upload video live perform yang ada di lamanbit.ly/registdipojazzfest2017. Pendaftaran dan upload video sudah dibuka pada 23 Oktober 2017 dan akan ditutup 31 Oktober 2017 mendatang.

Dari semua video yang terdaftar, nantinya akan dipilih 15 video band terbaik yang akan diseleksi secara live pada 16 November 2017 di Kampus Undip.

Selain itu pemenang Band Audition akan mendapatkan hadiah uang tunai dan berkesempatan untuk tampil di acara Dipo Jazz Festival pada 17 November 2017.

Saat ini, penjualan tiket telah dibuka dengan penawaran pre-sale 1 seharga Rp. 25.000 dan promo ini berlaku hingga 28 Oktober 2017. Tiket dijual secaraofflinemelalui panitia Dipo Jazz Festival. Demi mendukung kemeriahan dan mensukseskan acara ini, DJF 2017 juga turut bekerjasama denganSuara Merdekasebagai partnership media.

(Imam Supriono /SMNetwork )