image
30 Oktober 2017 | 13:09 WIB | FYI

Kisah Dibalik Labu Halloween

Remaja.suaramerdeka.com– Menjelang akhir bulan Oktober, tepatnya tanggal 31, identik dengan perayaan Halloween. Ya, walaupun bukan termasuk budaya orang Indonesia, suasana Halloween masih sering terlihat. Nah, yang paling menggambarkan suasana Halloween adalah buah labu yang diukir sehingga memiliki wajah yang seram. Kenapa harus labu?

Seperti Dilansir olehHistory, menurut David Emery, seorang pakar legenda urban menjelaskan bahwa sosok labu itu bernama Jack O’Lantern yang berasal dari Inggris. Tokoh ini mulai dikenal pada abad 17. Jack O’Lantern merupakan penyebutan kreatif untuk Jack of Lantern yang secara harfiah berarti ‘pria lentera’.

Jack O’Lantern merupakan julukan populer untuk fenomena fool’s fire, cahaya biru misterius yang kadang terlihat pada malam hari. Orang Inggris zaman dulu percaya kalau api biru ini adalah hantu nakal atau peri yang iseng menampakkan diri di hadapan manusia.

Sedangkan Thomas Darlington dalam bukunya yang berjudul “The Folk-Speech of South Cheshire”, yang mengisahkan Jack sudah melakukan banyak dosa selama hidupnya. Tapi dia berhasil menipu iblis biar nggak memasukkannya ke neraka kalau nanti dia meninggal dunia. Ketika Jack meninggal, dia ditolak masuk surga.

Kemudian, Jack menggedor gerbang neraka, meminta pada iblis untuk ditempatkan di neraka. Iblis pun menolak melanggar janjinya yang pertama. Sebagai gantinya, dia mengutuk Jack mengembara di muka bumi untuk selamanya. Jack dibekali api menyala untuk menerangi jalan-jalan yang dilalui. Nah, dari situlah dia mulai dikenal dengan nama Jack O’Lantern.

Legenda ini begitu populer di Inggris lho, mereka mulai menjadikan Jack O’Lantern sebagai bagian dari Halloween, festival untuk orang-orang mati pada tahun 1800-an.

Selain itu, awalnya ukiran Jack dibuat dari lobak, kentang, atau bit. Warga Inggris yang bermigrasi ke Amerika membawa tradisi mengukir Jack O’Lantern ke Amerika. Amerika sendiri merupakan negara penghasil labu yang cukup besar.

Para pembuat Jack O’Lantern menyadari kalau buah ini lebih cocok untuk dibuat lentera daripada kentang. Akhirnya kepala Jack O’Lantern pun dibuat dari labu yang bertahan sampai.

Foto: excelsior

(Adib Auliawan /SMNetwork /CN42 )