Nasional
Senin, 17 Desember 2007 : 22.46 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kunjungan Ulama ke Israel Salahi Tradisi
Jakarta, CyberNews. Kunjungan sejumlah ulama ke Israel menimbulkan pro dan kontra. Ada yang setuju, namun ada pula yang menyayangkan. Bahkan, kunjungan itu dinilai telah menyalahi tradisi.

''Mereka (ulama yang sedang ke Israel-red) harus segera dipanggil pulang. Sebab, para kyai itu meninggalkan tradisi yang ada,'' kata Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Senin (17/12).

Kepergian sejumlah ulama itu juga disayangkan oleh politikus dari PDIP yang biasa disapa Mbah Tardjo itu. Sebab, Israel masih menjajah Palestina. Dia tidak yakin, kunjungan ke Israel akan berbuah bantuan kepada Indonesia. Sebab menurutnya, bangsa Israel terkenal medhit (pelit-red).

''Israel ngga mungkin membantu Indonesia. Tapi bisa saja Israel melakukan investasi politik, seperti pemikiran atau ideologi agar Indonesia mendukung penjajahan terhadap Palestina. Ini berbahaya,'' tandasnya.

Namun menurut Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Abdillah Toha, pada dasarnya kunjungan tersebut nerupakan hak pribadi masing-masing orang. Sehingga, tidak ada pihak yang bisa melarang kepergian tersebut.

''Sampai sekarang kan belum jelas, siapa-siapa saja ulama yang berangkat ke Israel. Artinya, kalau para ulama itu berupaya agar Israel angkat kaki dari Palestina, ya boleh-boleh saja,'' tandasnya.

Yang jelas, kata dia, kunjungan itu bukan berarti Indonesia mengakui Israel. "Indonesia tidak mungkin membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama masih menjajah Palestina,'' tuturnya.

( Saktia Andri Susilo/cn09 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission