Daerah
Minggu, 02 Desember 2007 : 21.45 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Ditemukan 5 Penderita HIV/AIDS di Karanganyar, 2 Meninggal
Karanganyar, CyberNews. Selama tahun 2007, di Karanganyar ditemukan lima penderita HIV/AIDS positif. Dua di antaranya malah sudah meninggal dunia. Mereka, empat laki-laki dan seorang perempuan. Jika ditotal sejak tahun 2000, tercatat 19 orang yang dinyatakan positif HIV, dan 6 di antaranya meninggal.

''Itu di permukaan yang sudah jelas bisa terdeteksi dan terpantau. Kalau menggunakan referensi WHO, setiap ditemukan seorang penderita HIV/AIDS positif, maka ada 100 yang terindikasi dan belum terdeteksi. Mereka adalah yang berhubungan dengan penderita tadi,'' kata Sukarno, Kasi Keluarga Berencana, Dinas Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial (KBKS) Karanganyar.

Bisa dibayangkan betapa penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya itu, sangat berbahaya. Yang mengenaskan, tidak saja yang bersinggungan dengan dunia hitam, seks bebas, saja yang tertular. Ibu rumah tangga, anak-anak juga bisa terinfeksi.

''Dari monitoring yang dilakukan instansi kami, ke-19 penderita yang pernah ditemukan itu, ada PNS, ibu rumah tangga, pekerja swasta, dan paling banyak pengemudi angkutan umum,'' kata dia. Berkaitan dengan bahaya perilaku seks bebas dan mencegah makin meluasnya penyakit HIV/AIDS ini, Dinas KBKS akan menggencarkan penyuluhan dan seminar seks yang sehat. Antara lain ke anak-anak sekolah di SMK dan SMA di Karanganyar. Sejak usia remaja mereka harus sudah dikenalkan penyakit ini.

''Ini upaya agar anak-anak sekolah sudah mengenal secara mendalam apa dan seperti apa penyakit ini. Diharapkan hal itu bisa menjadikan mereka hidup lebih lurus, tidak aneh-aneh. Sebab prinsipnya, jika hidup dengan cara lurus-lurus saja, tidak akan tertular penyakit ini,'' kata dia.

Selain itu, instansi tersebut juga akan menyebar kondom ke Polsek dan Koramil di 17 wilayah kecamatan di Karanganyar. Program ini merupakan kelanjutan dari program memasyarakatkan kondom yang didahului dengan menyebarkan kondom gratis ke 42 Puskesmas yang ada.

''Tujuannya sama, siapapun masyarakat yang datang ke kantor itu, bisa mengambil secara gratis kondom yang ada di toples yang disediakan di ruang layanan umum. Tentu yang sudah dewasa yang boleh mengambil,'' kata Sukarno.

Selain itu, toples kondom gratis juga akan disediakan di poliklinik swasta yang ada di pedesaan. Tercatat ada 90 poliklinik kesehatan, dan kantor-kantor instansi pemerintah, mulai kantor dinas, badan, di ruang tunggu kantor pelayanan umum seperti di KPT (Kantor Pelayanan Terpadu), dan sebagainya.

''Ini kampanye seks sehat dan juga memasyarakatkan partisipasi pria dalam keluarga berencana. Jadi tidak semata-mata pencegahan HIV/AIDS, tapi lebih dititikberatkan pada KB,'' kata dia.

( joko dwi hastanto/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission