Nasional
Sabtu, 10 Nopember 2007 : 22.19 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sutardji, Gus Mus dan Remy Baca Puisi Hari Pahlawan di KBRI Senegal
Dakar, CyberNews. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dakar, Senegal, menyelenggarakan peringatan Hari Pahlawan ke-62 bertempat di aula utama KBRI Dakar. Peringatan diisi pembacaan puisi oleh sejumlah penyair kondang Sutardji Calzoum Bachri, Mustofa Bisri dan Remy Sylado.

Acara bertema "Dengan semangat kepahlawanan kita mantapkan wawasan kebangsaan dalam mewujudkan rakyat sejahtera" ini dihadiri oleh para pejabat home staff dan local staff KBRI Dakar serta warga masyarakat Indonesia di Kota Dakar dan sekitarnya. Kegiatan upacara berlangsung secara sederhana namun khidmat dan diikuti oleh segenap staf dan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Dakar serta sejumlah kalangan anggota masyarakat Indonesia di kota Dakar dan sekitarnya.

Selain mengheningkan cipta selama satu menit (silence of minute) yang berlangsung tepat pada pukul 10.00 pagi waktu setempat dan pembacaan pesan-pesan perjuangan atau kata mutiara dari pahlawan nasional, upacara peringatan Hari Pahlawan ke-62 tahun 2007 juga diisi dengan pembacaan sambutan tertulis Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah oleh KUAI RI Dakar Arifi Saiman selaku Pembina Upacara.

Dalam amanat tertulisnya, Mensos Bachtiar Chamsyah menyampaikan pertempuran 10 November adalah peristiwa heroik yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan menimbulkan banyak korban berjatuhan di kalangan rakyat, baik tua, muda, pria-wanita, pejuang terlatih maupun rakyat biasa yang dengan tekad kuat dan semangat membara maju ke medan perang dengan pantang menyerah, tanpa pamrih, percaya kepada kemampuan sendiri untuk menghadapi gempuran bangsa asing yang ingin mengembalikan kekuasaannya di Indonesia.

"Semangat dan nilai-nlai kepahlawanan serta wawasan kebangsaan yang tersirat dalam pertempuran 10 November tersebut hendaknya dapat kita hayati dan dapat menjadi inspirasi memacu dan memicu bagi kita di dalam mengisi kemerdekaan. Dengan dilandasi kesungguhan dan semangat nilai-nilai kepahlawanan serta wawasan kebangsaan, bukanlah hal yang mustahil kita dapat mengatasi segala permasalahan yang menghadang negeri ini dan kita akan dapat bangkit menjadi bangsa yang sejahtera, 'Bersama Membangun Bangsa'," tandas Mensos.

Seusai upacara, di sela-sela acara ramah tamah para peserta upacara selanjutnya secara antusias mengikuti sesi pembacaan puisi bertema kepahlawanan karya anak negeri. Acara pembacaan puisi bertema kepahlawanan tersebut didahului dengan pembacaan sejarah ringkas Hari Pahlawan 10 Nopember. Pembacaan sejarah Hari Pahlawan 10 Nopember dalam konteks ini secara khusus ditujukan untuk kalangan anak-anak Indonesia yang bermukim di kota Dakar dan sekitarnya dengan harapan agar mereka memahami arti penting keberadaan Hari Pahlawan 10 Nopember bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Baca puisi

Arifi Saiman menambahkan pembacaan puisi bertema kepahlawanan bertujuan untuk membawa para peserta upacara peringatan Hari Pahlawan ke-62 tahun 2007 kepada penghayatan dan peresapan yang mendalam tentang hakekat perjuangan tanpa pamrih para pahlawan kusuma bangsa dalam mendukung berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan ini, sejumlah puisi karya penyair tenar Indonesia dibacakan secara prima oleh para peserta, seperti diantaranya "Surabaya" dan "Di Taman Makam Pahlawan" karya KH A Mustofa Bisri, "Tanah Air Mata" karya Sutardji Calzoum Bachri, "Pahlawan dan Sok Pahlawan" karya Remy Sylado, dan "Pledoi Hari Pahlawan" karya Syaiful Haq, serta sebuah puisi karya Bung Karno berjudul "Hukum dan Moral".

"Seusai pembacaan puisi, acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan renang gembira khusus untuk kalangan anak-anak bertempat di kolam renang Wisma Duta KBRI Dakar," demikian Arifi dalam siaran pers kepada Suara Merdeka CyberNews, Sabtu malam.

( imam m djuki/cn05 )
  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission