![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Kebudayaan Modern Terbentuk dari Islamisasi &
Oksidentalisasi
Yogyakarta, CyberNews. Menurut dosen seni
rupa Universitas Negeri Medan (Unimed) Drs Agus Priyatno MSn, ada dua faktor
penting yang membentuk kebudayaan modern di Indonesia dewasa ini, adalah
faktor agama Islam (Islamisasi) dan faktor kebudayaan Barat
(oksidentalisasi).
Kedua faktor tersebut melahirkan tiga corak kebudayaan dominan, yaitu kebudayaan Islam, kebudayaan Barat dan kebudayaan hybrid/eklektik yang merupakan hasil sintesis dari kedua faktor tersebut. Hal itu dikatakan dalam disertasinya untuk meraih derajat doktor dalam bidang ilmu seni pertunjukan dan seni rupa ketika menempuh ujian terbuka di Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta. Bertindak selaku promotor adalah Prof Dr RM Soedarsono dan ko-promotor Dr M Agus Burhan MHum. Menurut Priyatno, kebudayaan hybrid/eklektik terbentuk karena adanya aspek-aspek yang secara ideologis maupun paradigmatis tidak saling bertentangan sehingga terbentuklah kebudayaan baru yang bersifat inovatif dan kreatif. Kebudayaan itu antara lain terdapat pada seni lukis modern, arsitektur, gaya busana dan gaya hidup. Kebudayaan Hybrid/eklektik berupa unsur-unsur Islam dalam seni lukis modern di Indonesia yang mengekspresikan aspek-aspek ritual keagamaan seperti salat, haji, kisah pada nabi, ayat-ayat Quran, pengalaman religius dan simbol-simbol Islam yang muncul sejak tahun 1960-an. ''Seni lukis modern yang mempresentasikan semua unsur-unsur Islam tersebut, secara visual terdiri atas seni modern kaligrafi, lukisan abstrak dan representasional,'' tambahnya. Karena itulah, disarankan oleh dosen Unimed tersebut, agar kebijakan pemerintah berupa kurikulum pendidikan seni di perguruan tinggi perlu dirombak berdasarkan paradigma Islam sehingga cukup signifikan untuk mendorong munculnya seni lukis Islam. Perguruan tinggi seni di Indonesia perlu menambahkan kurikulum tentang kebudayaan Islam, estetika Islam, sejarah seni lukis di dunia Islam, kajian kaligrafi Islam, seni dalam paradigma Islam dan berbagai hal yang terkait dengan masalah tersebut. Hal lain yang perlu dipertimbangkan menurut Priyatno adalah berdirinya perguruan tinggi seni Islam di Indonesia yang mengajarkan seni menurut paradigma Islam, sehingga bisa memenuhi kebutuhan estetis dari bidang seni yang dibutuhkan masyarakat muslim di Indonesia. ''Selain itu. jika memungkinkan perlu juga dibuka Fakultas Seni Rupa dan
Desain
pada semua perguruan tinggi Islam yang ada di Indonesia, untuk mengajarkan
seni rupa
yang berdasarkan pada paradigma Islam,'' tambahnya.( bambang pur/Cn08 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |