![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
HIV/ AIDS Rambah Ibu Rumah Tangga di Jateng
Klaten, CyberNews. Tren penyebaran virus HIV/ AIDS di Jateng tahun
2007 berkembang ke arah yang lebih mengkhawatirkan.
Pasalnya, catatan sampai bulan Juni 2007 kalangan terinfeksi virus mematikan itu bukan lagi didominasi anak muda tetapi mengarah pada ibu rumah tangga. Dari data yang ada di Komisi Penanggulangan AIDS Provinis Jateng, posisi pengidap dari kalangan ibu rumah tangga mendudukirangking kedua sebanyak 12,63 %. Posisi pertama di tempati kalangan wiraswasta sebanyak 19,34 % dan nomor tiga kalangan mahasiswa sebanyak 9,12 % dan keempat PSK 8,24 %. ''Angka itu sangat mengkahwatirkan sehingga ibu rumah tangga perlu waspada,'' ujar koordinator penanggulangan AIDS, Dinas Kesehatan Pemprov Jateng Siti Juariyah M Kes Selasa (24/7) saat menyosialisasikan pembentukan komisi penanggulangan AIDS di aula Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Klaten. Meski Jawa Tengah masih menduduki urutan ke delapan dalam jumlah penderita HIV/AIDS namun langkah strategis perlu segera disusun. Sebab dari jumlah penderita sebanyak 1.380 sebanyak 944 dinyatakan positif terjangkit virus, 285 dinyatakan sebagai penderita AIDS dan 151 orang sudah meninggal. Kabupaten Klaten meski belum termasuk lima besar kota dengan jumlah HIV/AIDS terbanyak tetapi harus segera waspada. Sebab sudah ada tujuh yang terinfeksi dalam tiga tahun terakhir. Enam kota yang angka HIV/AIDSnya paling tinggi masing-masing Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Semarang, Surakarta,Batang dan Tegal. Mekanisme paling rawan penularan HIV adalah dengan hetroseksual dan pemakaian jarum suntik narkoba. Untuk itu upaya memutus mata rantaiHIV/AIDS harus segera dilakukan. Memutus mata rantai HIV melalui kontak sex dengan jalan memakai kondom 100 % bagi kalangan yang heterosex atau sering jajan. P enularan melalui jarum bisa diperketat dengan menghindari penggunaan jarum suntik naroba, transfusi darah secara ketat, tidak bertindik atau tato. Untuk mata rantai penularan melalui persalinan bisa dicegah dengan pemberian ASI dan persalinan yang sehat. Akhir-akhir ini juga ada kecenderungan HIV/AIDS bisa ditularkan di dalam lingkungan tertentu seperti Lembaga Pemasyarakatan. ''Saat ini sudah ada delapan Kabupaten yang menggelar survei di LP,''ujar dia. Untuk menunjang pelayanan saat ini di Jateng sudah ada sembilan klinik RS VCT.Yakni di Kota Semarang 4 rumah sakit, Surakarta 2, Banyumas 2 dan Kabupaten Semarang satu. Ke depan klinik dan berbagai upaya sosialisasi akan dilakukan di semua wilayah. Yang jelas diperlukan peran serta masing-masing Pemkab untuk mendukungnya. =( achmad hussein/Cn07 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |