Daerah
Sabtu, 28 April 2007 : 15.51 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Orang Gemuk Cenderung Ngorok
ATASI NGOROK: Dr Damayanti Soetjipto Sp THT-KL (kiri) bersama Prof Siow Jin Keat dari SIngapura (kanan) ketika mendemonstrasikan pemasangan pilar implan pada pasien untuk mengurangi ngorok. SM CyberNews/Saptono Joko S
Semarang, CyberNews. Banyak orang menilai saat seseorang tidur mendengkur atau ngorok adalah tidur yang nyenyak. Bahkan zaman dulu orang yang ngorok dinilai heroik karena dengkurannya mampu mengusir binatang-binatang malam. Namun sebenarnya, ngorok adalah suatu masalah yang sering dijumpai karena akan mengganggu teman sekamar maupun pasangan.

Ngorok ternyata juga membahayakan apabila seseorang dalam tidurnya sering terbangun, hal itu menandakan sempat terjadi periode jalan nafas yang tersumbat. Selain itu ngorok juga bisa menimbulkan berbagai penyakit diantaranya jantung, hipertensi, penurunan gairah seks, dan bahkan stroke.

Orang gemuk cenderung ngorok saat tidur karena terjadinya penimbunan lemak di leher. Menurut Dr dr Suprihati MSc SpTHT yang menjadi Ketua Bagian THT FK Undip, berdasar penelitian di AS jumlah pria pendengkur lebih banyak yakni 40 persen dibanding wanita (28 persen).

"Tapi dalam perkembangannya, setelah dilakukan penelitian untuk kelompok umur 30 tahun ternyata wanita yang mendengkur lebih banyak yakni 60,28 persen sedangkan pria hanya 44 persen," katanya saat menjadi pembicara Simposium dan Demo Penatalaksanaan Snoring (Ngorok) di Hotel Pandanaran Sabtu (28/4).

Ngorok disebabkan adanya perubahan konfigurasi jalan nafas atas ketika seseorang sedang tidur. Suara dengkur yang timbul disebabkan oleh vibrasi atau getaran dari langit-langit lunak, pilar tonsil, dan pangkal lidah. Seiring perkembangan teknologi, ngorok ternyata bisa dikurangi dan bahkan disembuhkan.

Salah satu langkah mengurangi ngorok adalah dengan pemasangan pilar implan di langit-langit lunak mulut. Adalah Dr Damayanti Soetjipto Sp THT-KL dari Jakarta yang dalam kesempatan itu mendemonstrasikan pemasangan pilar pada salah satu pasien. Dalam langit-langit lunak disisipkan tiga buah pilar dengan ukuran 18 mm dengan diameter 2 mm.

"Pemasangan pilar tersebut membuat langit-langit kaku sehingga mencegah adanya vibrasi," tuturnya. Keuntungan pemasangan pilar diantaranya masa pemulihan singkat sehingga pasien bisa kembali segera beraktivitas. Selain itu fungsi bicara dan menelan pada pasien tetap akan sama.

Tingkat kesuksesan maksimal untuk pemasangan pilar mencapai 80 persen dan tidak menghilangkan dengkur hingga 100 persen. "Kalaupun dengkuran hilang sekitar 40-50 persen saja. Pasien kemungkinan masih mengorok tipis namun tidak akan mengganggu kawan tidur," katanya.

Damayanti mengakui pemasangan pilar relatif mahal meski dia tidak secara langsung menyebutkan angka. Metode lain penanganan mengorok adalah dengan dilakukannya operasi dan juga penyinaran dengan radio-frequency.( Saptono Joko S/Cn08 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission