Daerah
Rabu, 18 April 2007 : 17.15 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sudah 40 Tower Telekomunikasi Berdiri di Pekalongan
Pekalongan, CyberNews. Belakangan ini, Kota Pekalongan yang luasnya hanya 45 km2 terus menjadi incaran perusahaan telekomunikasi untuk pendirian tower. Karena itu, diyakini ke depan akan terus bertambah sehingga perlu penataan agar tidak setiap operator telekomunikasi berdiri sendiri..

''Ini jawaban yang menjadi pemikiran saya untuk pengatasan itu. Satu tower bisa digunakan untuk beberapa operator telekomunikasi,'' kata Kepala Bappeda, Ir Chaerudin Mustahal, Rabu (18/4).

Hal itu dikatakan ketika mengikuti ekspose penawaran penataan menara telekomunikasi bersama Kota Pekalongan oleh Arya Dewanta Tirta, dari PT Indonesian Tower di ruang pertemuan Setda.

Pertemuan yang dibuka Wali Kota HM Basyir Ahmad itu dihadiri pula oleh Kabag Humas Maryati SH MHum, Kabag Aset Munawir, Kabag Minbang, Gunindyo, dan beberapa pejabat lain.

Menurut Chaerudin, dengan 40 tower yang ada sekarang ini,  mestinya ditata sedemikian rupa sehingga setiap satu bangunan tower bisa digunakan untuk empat sampai enam operator telekomunikasi seperti ditawarkan PT Indonesian Tower.

Hanya, bagaimana kerja sama antara Pemkot dan PT Indonesian Tower itu, bisa dilakukan bersama-sama saling menguntungkan. Arya dalam ekspose mengatakan, penataan tower bersama itu sudah dilakukan beberapa kota seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Sragen, Denpasar dan lain-lain.

Itu dilakukan agar di wilayah kota tidak dipenuhi dengan tower yang bisa mengganggu tata kota. Kalau sekarang Pekalongan sudah ada 40 tower, ke depan diperkirakan lebih banyak lagi.

Dia menjelaskan, di negara Indonesia, saat ini sudah ada sekitar 30.000 menara untuk 50 ribu pengguna telekomunikasi. ''Tahun 2007 diperkirakan bisa bertambah menjadi 50.000,'' katanya.

Untuk itu, dia mengingatkan penataan tower bersama harus dilakukan sejak kini. Berkaitan dengan Kota Pekalongan, Arya menawarkan bisa memberikan masukan ke Pemkot Rp 1 juta  perbulan pertower peroperator.

Maskudnya, jika satu tower ada lima operator telekomunikasi, dia sanggup membayar sebanyak Rp 5 juta perbulan. ''Jika ada lebih banyak tower, maka tinggal mengalikan saja,'' katanya.

Wali Kota  dalam sambutannya menegaskan, dalam kerja sama itu, Pemkot minta perusahaan tidak mengikat Pemkot terus sehingga nantinya Pemkot masih bisa bergerak alam penanganan itu.

( trias purwadi/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission