Daerah
Selasa, 17 April 2007 : 13.17 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
56% Aset Indonesia Dikuasai Hanya 1% Penduduk
Yogyakarta, CyberNews. Dewasa ini sebenarnya kurang dari 1 persen penduduk Indonesia menguasai sekitar 56 persen asset yang ada di tanah air, baik berupa properti, tanah dan perkebunan. Karena itulah pada saat ini ada 2.810 kasus yang nilainya berjumlah miliaran hingga trilyunan rupiah, maka dalam 10 tahun ke depan jelas akan bertambah berkali lipat kasus serupa.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Dr Ir Joyo Winoto MSc, ketika menyampaikan kuliah umum Reforma Agraria', di gedung Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM. Menurut Joko, karena itulah lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas yang cukup berat untuk menyelesaikan ketimpangan yang terlalu besar itu, sekaligus masalah tersebut merupakan permasalahan kemiskinan yang terjadi selama ini.

Sebanyak 39,07 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sekitar 60 persen dari jumlah tersebut berada di pedesaan dan sekitar 56 persen bekerja di sektor pertanian. ''Mereka ini tidak punya akses dalam ekonomi, tidak punya alat produksi, modal, tanah, teknologi dan pembinaan,'' kata dosen yang menjadi sponsor Presiden SBY untuk mengambil program doktor di IPB itu.

Sehubungan itulah, lanjutnya pula, reforma agraria melalui land reform dan acces reform merupakan  program BPN yang akan dikerjakan dalam waktu dekat. ''Suatu mekanisme memperbesar akses terhadap sumber produksi (tanah dan modal), sumber ekonomi, pembebasan terhadap pembodohan, pembebasan ekonomi dan mendapat pembinaan,'' jelasnya.

Pendiri bangsa kita sudah berpikir ke depan, dinyatakan dalam pasal yang ada pada UU Pokok Agraria 1960 bahwa bumi dan air merupakan milik abadi rakyat Indonesia. Sehingga ketika DPR dan pemerintah mengusulkan untuk mengamandemen UU itu, ia dengan tegas menolaknya.

Menurut Joyo, ada empat pilar tegaknya pembangunan Indonesia dalam masa yang akan datang, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan RI dan hidup dalam kebhinekaan. ''Ujung-ujungnya pun negara harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,'' tambahnya.

( bambang unjianto/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission