![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Pemerintah Bangun 11 Ruas Jalan di Papua
Jakarta, CyberNews. Untuk mendukung
percepatan pembangunan, pemerintah berencana membangun 11 ruas jalan
strategis di Papua dan Irian Jaya Barat. Pembangunan ruas jalan sepanjang
3.098 km tersebut akan dimulai tahun ini.
"Anggaran yang harus dikeluarkan untuk membangun sebelas ruas itu diperkirakan mencapai Rp8 triliun," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu (21/3). Disebutkan, 11 ruas jalan yang akan dibangun itu yakni Sorong-Makbon-Mega (88 Km), Sorong-Klamono-Ayamaru-Kebar- Manokwari (536 Km), Manokwari-Bintuni (253 Km), Fakfak- Hurimber-Bomberay (161 Km), Nabire-Wagete-Enarotali (262 Km), dan Timika-Mapurujaya-Pomako (42 Km). Kemudian ada ruas Serui- Menawi-Saubeba (49 Km), Jayapura-Wamena-Mulia (733 Km), Jayapura-Sarmi (364 Km), Jayapura-Hamadi- Holtekamp-Batas Papua Nugini (53 Km), dan Merauke-Woropko (557 Km). Ia mengakui, kondisi geografis yang bergunung-gunung dan hutan menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur di Papua dan Irian Jaya Barat. Misalnya, jalan yang menghubungkan Jayapura–Merauke tidak bisa melewati lereng gunung yang terjal. "Sehingga harus dibuat terowongan menembus gunung," ujar Djoko. Karena itu, untuk memudahkan pembangunan tersebut Departemen Pekerjaan Umum sudah melakukan koordinasi dengan Bappenas dan Departemen Perhubungan. Sebab pembangunan akses jalan dalam percepatan pembangunan di dua provinsi ini menjadi prioritas sebagai urat nadi kelancaran distribusi barang dan jasa. “Harga semen di sana mahal sekali karena sarana transportasinya tidak
ada. Karena itu kita singkronkan antara program Departemen PU dengan program
Dephub. Misalnya pelabuhan yang dibangun Dephub juga harus dibangunkan akses
jalannya," jelasnya.( miol/Cn08 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |