Daerah
Senin, 15 Januari 2007 : 14.21 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mesin Penetas Telur dari Kardus Bekas
Heru Nurcahyo bersama mesin penetas telurnya yang dibuat dari kardus bekas. (Foto SM CyberNews/Bambang Unjianto)
Yogyakarta, CyberNews. Sebagian besar masyarakat Kantor Kelurahan Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memelihara ternak khususnya ayam kampung yang dapat digunakan untuk tabungan atau mencukupi kebutuhan protein sehari-hari.

Selain itu juga siwa-siswa sekolah dasar terutama kelas 5 dan 6 telah dapat melakukan kegiatan mandiri dengan bimbingan guru, di mana selain sebagai sumber belajar IPA di SD, peternakan ayam juga dapat untuk meningkakan kesejahteraan siswa terutama untuk pemenuhan gizi protein mereka.

Karena itulah ayam kampung dipilih karena mempunyai beberapa keunggulan dibanding ayam ras seperti sifat alami yang lebih tahan terhadap penyakit dan pemeliharaannya juga lebih sederhana.

Di samping itu juga produknya berupa daging dan telur relatif disukai masyarakat dan ayam kampung lebih dikenal serta dipelihara masyarakat bahkan seperti telah menjadi satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat peternak di pedesaan sekaligus melestarikan budaya nenek-moyang.

Karena itulah dosen Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Dr Heru Nurcahyo dan Ciptono MSi mengadakan penyluhan peningkatan produktivitas ternak ayam kampung dengan penerapan teknologi tepat guna berupa pembuatan mesin tetas sederhana dari barang bekas.

Pada keempatan itu sekaligus dilakukan praktik penetasan telur dan pemeliharaan ayam umur sehari, dengan menggunakan induk buatan dan pemanasan buatan, yang diadakan di SD Negeri Keputren 1, 2 dan 3 Pleret, Bantul. Kegiatan itu melibatkan siswa kelas 5 dan 6 sebanyak 30-35 orang dari masing-masing sekolah.

Menurut Heru Nurcahyo, materi penyuluhan difokuskan pada cara penetasan telur dengan menggunakan mesin tetas (inkubator) yang meliputi pembuatan inkubator dari kardus bekas, cara penetasan dan praktik.

Bahan yang dipakai adalah kardus bekas, gabus bekas, bola lampu 5 watt dan kabel, termostat (pengatur suhu), nampan air dan termometer. Caranya adalah kardus bekas diberi rangka sebagai dudukan 3 buah lampu sebagai pemanas, untuk menahan panas agar tidak keluar digunakan gabus yang dipasang pada kelima sisi kardus. ''Sedangkan pemasangan thermostat adalah untuk mengatur suhu yang dikehendaki,'' tambahnya.

Dalam praktik pembuatan mesin tetas telur itu, dikatakan oleh Heru bahwa para siswa sangat antusias, karena pada sesi ini diberikan pula pengetahuan mengenai pemilihan telur yang baik untuk ditetaskan, peneropongan telur, pengaturan suhu dan kelembaban menggunakan higrometer, dan identifikasi berbagai gejala penyakit yang biasa menyerang ayam serta vaksinasi.

( bambang unjianto/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission