![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Tinggi, Daya Tahan Hidup Domba Kisar
Bogor, CyberNews. Domba Kisar mampu bertahan hidup dengan pakan
berkualitas rendah dan iklim setempat. Domba Kisar juga memiliki ketahanan
tubuh yang tinggi terhadap penyakit dan parasit lokal.
Domba yang berwarna putih bertotol hitam jarang mirip dalmation ini merupakan domba lokal yang hidup di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. “Penelitian saya untuk mengetahui asal-usul, karakteristik, status populasi, dan keragaman genetik domba Kisar. Informasi ini penting untuk pengembangan dan perbiakan mutu genetik domba kisar sebagai upaya pengembangan domba nasional,” kata mahasiswa S3 Ilmu Ternak Institut Pertanian Bogor (IPB), Jerry Fred Salamena di tengah ujian terbuka untuk meraih gelar doktor, Selasa (12/12) di Kampus IPB Darmaga. Ujian disertasi bertajuk "Karakteristik Fenotipik Domba Kisar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat Propinsi Maluku sebagai Langkah Awal Konservasi dan Pengembangannya" dipimpin oleh komisi pembimbing Prof Harimurti Martojo, Dr Ronny Rachman Noor, Dr Cece Sumantri dan Dr Ismet Inounu. Dalam pernyataan pers yang dirilis Prohumasi IPB, Jerry Fred mengungkapkan masyarakat di Pulau Kisar masih menggunakan padang sebagai tempat menggembala domba. Selama penggembalaan berlangung, semua proses perkawinan ternak, makan dan minum ternak berlangsung secara alami di padang rumput tersebut. Hanya kebutuhan air minum yang sering disediakan oleh peternak, karena kondisi Pulau Kisar cukup kering. "Apalagi musim kemarau tiba. Rumput kesukaan domba ini branchiaria ruziziens dan cloris barbata. Bila musim kemarau panjang, domba ini juga doyan daun-daunan. Jenis yang sering dikonsumsi yakni daun pohon parna dan kosambi,” tutur Jerry. Kalau malam hari, domba-domba ini dikandangkan, baru siang harinya digiring ke padang rumput . Bentuk kandangnya pun sederhana. Atapnya terbuat dari daun lontar, batang dan bambu sebagai dinding, serta kayu sebagai tiang kandang. "Jumlah populasi domba di Pulau Kisar sebanyak 1472 ekor yang terdiri dari 490 ekor jantan dan 982 betina. Peternak sengaja mengkebiri pejantan yang dinilai kurang berkualitas, sehingga diperoleh domba yang temperamen baik dan unggul. Harga jual domba dewasa ini di Pulau Kaisar berkisar antara Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu per ekor. Harga jual di Timor Timur berkisar antara Rp 200 ribu-300 ribu," paparnya. Dalam penelitiannya, Jerry membandingkan kisar dengan empat kelompok domba lain yaitu madura, jonggol, garut dan indramayu. Hasil penelitian yang dilakukan selama tiga bulan tersebut menunjukkan karakter morfometrik seperti panjang badan, lebar dada, lingkar dada, dan lebar ekor sangat mempengaruhi bobot badan. Karakter ini bisa digunakan sebagai sifat seleksi bagi bobot badan. “Domba ini tidak serumpun dengan domba madura, indramanyu, jonggol dan garut. Walaupun dari analisis filogeni mempunyai hubungan kekerabatan yang mengarah ke domba jonggol dengan jarak genetik sebesar 4,24,” ujarnya. Ukuran tubuh panjang, lebar ekor dan panjang telinga bisa dijadikan sebagai pembeda antara kisar dengan keempat domba lain. ( imam m djuki/cn05 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |