Daerah
Sabtu, 02 Desember 2006 : 17.00 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
650 Prajurit Kodam Jaga Perbatasan Papua
650 prajurit dari Yonif 407 Padmakusuma Tegal akan diberangkatkan ke perbatasan NKRI-Papua New Guinea. (Foto SM CyberNews/Karyadi)
Semarang, CyberNews. Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih mendominasi kegiatan politik di Provinsi Papua. Selain itu, juga masih banyak penyelundupan barang maupun senjata melalui perbatasan NKRI-Papua New Guinea.

Hal itu diungkap Pangdam IV Diponegoro Mayjen Agus Soeyitno, ketika menjadi inspektur upacara pemberangkatan 650 prajurit Yonif 407 Padmakusuma Tegal ke perbatasan NKRI-PNG di Pelabuhan Tanjung Emas, Sabtu (2/12). Karena itu, dia berpesan kepada seluruh pasukan agar bertindak waspada dan tidak lengah serta selalu melaksanakan body sistem di daerah penugasan.

''Dari informasi yang diperoleh, daerah perbatasan itu masih menyimpan berbagai bentuk permalasahan yang menonjol.  Di antaranya, perang antarsuku, keluar-masuk warga secara gelap, penyelundupan barang dan senjata serta tindak kriminal,'' katanya.

Dia menegaskan, tugas prajurit adalah menjaga kedaulatan negara. Pos-pos perbatasan menjadi salah satu pusat pengawasan. Hal itu diharapkan tidak ada orang asing yang mencuri hasil kekayaan alam di Indonesia.

''Sampai saat ini belum ada upaya pencabutan patok-patok di perbatasan Papua. Sudah menjadi keputusan, semua daerah di perbatasan ditertibkan dan jaga ketat,'' katanya. Untuk menangani kasus-kasus yang muncul, kata dia, perlu penanganan secara khusus. Selain itu, penanganan secara prosedural, proporsional dan profesional.

Secara terpisah, melalui perwira Penerangan Yonif 407 Padmakusuma, Kapten (Inf) Andriono Basuki, Pangdam menjelaskan, para prajurit itu diberangkatkan menggunakan KRI Teluk Saleh dengan nomor lambung 501. Kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas pukul 14.00, menuju ke Papua menempuh perjalanan sekitar 14 hari.

Mereka, kata Pangdam, akan menjalankan operasi di daerah perbatasan, tepatnya di Kabupaten Arso Provinsi Papua selama 11 bulan. Keberadaannya menggantikan Yonif 406 Suryakusuma Purbalingga yang telah bertugas di lokasi itu selama setahun.

Kata dia, sebenarnya keberangkatan para prajurit itu pernah dijadwalkan Selasa (21/11). Namun karena KRI Teluk Bayur, yang akan dipakai untuk mengangkut para prajurit saat itu sedang mengalami gangguan, maka pemberangkatan baru bisa dilakukan Sabtu (2/12).

( karyadi/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission