Daerah
Selasa, 15 Agustus 2006 : 20.53 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Puluhan Unggas di Tegal Mati Mendadak
Tegal, CyberNews. Puluhan unggas di wilayah Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mati mendadak. Laporan yang disampaikan oleh warga tersebut diterima Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal tiga hari lalu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Selasa (15/8), dinas melakukan tes terhadap unggas untuk mengetahui apakah unggas terjangkit flu burung (Avian Influenza / AI) atau tidak.

Pengujian unggas dilakukan dinas dengan menggunakan alat pengetes berupa rapid kit test, sebuah alat tes yang hasilnya dapat diketahui relatif lebih cepat.

Tes dilakukan pada unggas milik Martinah (65) dan Fauzi (27), warga Jalan Sakura, Kelurahan Kejambon, dengan mengambil lendir tenggorok unggas dan diteteskan pada alat penguji. Hasil pengujian diketahui sekitar 30 menit kemudian.

Sebelumnya, itik milik Martinah dilaporkan mati mendadak. Jumlah itik yang mati mencapai 20 ekor lebih dalam waktu sekitar dua minggu. Begitu juga dengan ayam cemani milik Fauzi, beberapa ekor di antaranya mati mendadak tanpa gejala yang menyolok.  

Selain unggas Martinah dan Fauzi, sebanyak 13 dari 16 ekor ayam kampung milik warga lain, yakni Nuril (39),warga yang tinggal di Jalan Sakura Nomor 18 dan Ny Darmo (41) yang memelihara sebanyak 30 ekor ayam juga mati mendadak.      

Dari tes yang dilakukan oleh staf Sie Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Kelautan Pertanian, dokter hewan Liza Atikah dan dua staf lainnya, unggas negatif terkena virus AI. Hal itu diketahui dari rapid kit test yang hanya menunjukkan satu garis merah.

"Jika positif AI, ditunjukkan dua garis merah pada alat tes, yang berarti antigen AI berikatan dalam alat ini," ujar Liza.  

Unggas milik warga yang mati mendadak, menurut Liza, kemungkinan menderita penyakit Newcastle Disease (ND) atau lebih banyak disebut tetelo, snot, maupun berak kapur. Karena, penyakit tersebut juga dapat mengakibatkan unggas mati mendadak.  

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, dokter hewan Basuki Pudjianto, melalui Kasi Keswan Kesmavet, Wiseno Ariadhi SP, di sela-sela pengujian mengatakan, pengujian dilakukan terkait dengan laporan warga. Dia menyatakan cukup senang dengan kesadaran masyarakat cukup tinggi yang ditunjukkan dengan laporan tersebut.

Upaya pencegahan berjangkitnya virus flu burung di Kota Tegal, sudah dilakukan sebelumnya. Upaya tersebut yakni dengan melakukan penyemprotan dengan desinfektan di pasar unggas, pengepul, dan rumah pemotongan unggas (RPU).

Namun karena keterbatasan tenaga dan waktu, pihaknya membagikan desinfektan pada pemilik unggas untuk melakukan penyemprotan sendiri. Upaya biosecurity yang dilakukan, kata Wiseno, mencapai 60 persen dari target.  

Selain penyemprotan, seperti juga dilakukan siang itu, upaya lain untuk pencegahan flu burung, dilakukan dengan memberikan sosialisasi mengenai pencegahan virus H5N1 pada warga.

( siti kholidah/cn09 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission