Daerah
Sabtu, 08 Juli 2006 : 21.20 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Suryadharma Ali: PPP Harus Terdepan Hadapi Islamophobia
Semarang, CyberNews. Kandidat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menegaskan, PPP sebagai partai Islam harus berada di garda terdepan dalam menghadapi dan mengikis Islamophobia.

Untuk itu, katanya seusai menghadiri pembukaan Muswil V PPP Jateng di Semarang, Sabtu (8/7), Islam harus menjadi ajaran yang implementatif dan bukan sekedar sloganistis saja.

Sesaat sebelumnya, Ketua Umum PPP Hamzah Haz menyatakan bahwa PPP kedepan harus mampu menunjukkan ciri khas keislaman yang lebih baik daripada partai-partai berazaskan Islam lainnya.

Suryadharma juga mengatakan bahwa saat ini tidak relevan lagi mempertentangkan antara Islam dengan Pancasila atau Islam dengan negara karena hal tersebut sama dengan membuang-buang waktu dan energi saja.

"Bagi PPP, semua itu bukan persoalan lagi dan sudah final. Tidak ada pertentangan diantara keduanya," ujar Suryadharma yang juga Menkop UKM itu.

Pada bagian lain, Suryadharma juga menegaskan bahwa ke depan PPP harus berada di garis terdepan dalam setiap upaya memberantas kemiskinan, pengangguran dan berbagai persoalan sosial lainnya.

"Kita tidak boleh lagi hanya sekedar jadi penonton kemiskinan atau pengangguran agar masyarakat tidak pula sekedar menonton parpol ini," tuturnya.

Untuk mewujudkan itu semua, kepemimpinan PPP mendatang tidak boleh mengabaikan berbagai komponen riil masyarakat.

Pada Pemilu 2009, menurut Suryadharma, selain tiga elemen yang telah digarap serius, yakni ulama, kaum perempuan dan kaum muda, PPP juga harus bekerja keras menggalang segmen lainnya, seperti nelayan, tani, buruh atau pengusaha.

( ant/cn09 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission