Nasional
Rabu, 07 Juni 2006 : 12.57 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pancasila, Ideologi Jalan Tengah
Jakarta, CyberNews. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi berbasis mahasiswa Nahdlatul Ulama, menilai Pancasila merupakan sebuah ideologi jalan tengah di antara persoalan maraknya radikalisme agama dan liberalisme pasar.

"Pancasila, bagi kami, merupakan jalan tengah di tengah maraknya radikalisme agama dan liberalisme pasar. Kami yakin Pancasila akan mampu menjawab kebuntuan segala persoalan bangsa dan juga persoalan dunia," kata Ketua Umum Pengurus Besar PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Rabu (7/6).

Alumnus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyatakan, Pancasila dianggap mampu mengatasi segala persoalan bangsa karena di dalamnya terdapat prinsip-prinsip ketuhanan, kerakyatan, keadilan serta persatuan dan kesatuan.

PMII menilai Pancasila sebagai indeologi nasional bersifat final, tak dapat diganggu-gugat, serta harus dilestarikan di tengah tarik-menarik nasionalisme dan internasionalisme. Selain itu, Pancasila merupakan perjanjian terbuka para pendiri bangsa. "Penolakan terhadap Pancasila merupakan penolakan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengedepankan kebhinekaan. PMII akan tetap mempertahankan Pancasila sebagai asas negara," katanya.

Meski demikian, tambah Hery, PMII menilai perlu adanya reinterpretasi terhadap beberapa konsep dasar Pancasila, misalnya, konsep keadilan sosial pada sekarang ini mesti dimaknai sebagai keadilan distributif.

Menyinggung pidato Pancasila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PMII menilai masih ada kesenjangan antara cita-cita ideal dengan praktik politik. Oleh karena itu, katanya, Presiden harus memiliki ketegasan dan keberanian untuk tetap menjaga NKRI yang dilandasi Pancasila sebagai ideologi nasional.

"Ini harus tercermin dalam politik kebudayaan, politik ekonomi pemerintahan hari ini," katanya. PMII sendiri akan mendukung setiap upaya yang dimaksudkan untuk memperkokoh semangat kebangsaan di tengah tarik-menarik pertarungan geopolitik dunia.

PMII juga menengarai ada kelompok-kelompok yang ingin memperalat Pancasila demi tujuan politik tertentu yang bertentangan dengan semangat Pancasila. "Karena itu PMII siap mengawal kebhinekaan RI dengan Islam Indonesia," katanya.

( ant/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission