Nasional
Sabtu, 27 Mei 2006 : 17.22 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gempa Yogya Akibat Patahan Aktif
Bandung, CyberNews. Kepala Badan Geologi, Bambang Dwiyanto mengatakan pusat gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya pada pukul 05.54 berada dekat pantai di wilayah Bantul. Penyebabnya adalah adanya reaktivasi patahan aktif di wilayah tersebut.

"Berdasarkan kedalaman sumber gempabumi dan mekanisme fokal, penyebab terjadinya gempa bumi akibat aktivitas patahan aktif di bagian selatan Yogyakarta berarah dari barat daya ke timur laut," katanya di Bandung, Sabtu (27/5).

Kekuatan gempa bumi sendiri mencapai 6,2 SR dengan kedalaman 17,1 km. Episentrum berada pada koordinat 8,007 derajat pada lintang selatan dan 100,286 derajat pada bujur timur. Pusat gempa terletak sekitar 25 km barat daya kota Yogyakarta.

Penjelasan ini sekaligus menjelaskan ketiadaan hubungan antara gempa yang terjadi dengan aktivitas Gunung Merapi yang saat ini berada pada status awas. "Secara teoritis bisa saja ada pengaruhnya, tapi untuk kasus ini kecil kemungkinannya," tandasnya.

Dia juga menambahkan bahwa semua alat pengamatan Gunung Merapi yang sebelumnya dikabarkan rusak, sudah berfungsi kembali termasuk di seluruh pos pengamatan di Babadan, Ngepos, Jerakah, dan PGA lainnya.

"Ini hanya soal suplai tenaga saja dan adanya bagian di bangunan kantor di BPPTK di Jalan Cendana yang mengalami kerusakan akibat gempa. Tapi kini semua sudah normal," tandasnya.

Menurut Bambang, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah dibanding daerah lainnya adalah Bantul. "Itu jenis gempa merusak, dilihat dari kedalaman yang dangkal dengan besaran magnitude gempa yang besar. Selain itu, Bantul paling dekat dengan sumber gempa bumi," tandasnya.

Karena berada dekat pantai, Bambang pun menjamin bahwa tidak akan ada gelombang tsunami dari pantai ke daerah selatan Yogyakarta. Hanya saja dia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya gempa bumi susulan. "Karena itu, mereka jangan berada di dalam bangunan yang telah mengalami kerusakan seperti retak-retak," tandasnya.

Khusus gempa bumi susulan, Kabid Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah PVMBG, Surono menyatakan bahwa patahan tersebut memang memerlukan keseimbangan baru. Hanya saja tidak dapat dipastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu.

"Kita harapkan bahwa pelepasan energi gempa yang terjadi pada Sabtu pagi sudah mencapai kekuatan puncaknya. Saya lihat kecenderungannya seperti itu," katanya.

( setiady dwie/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission