![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Ngobrol Bareng Kak Seto di Sekolah Alam
Semarang, CyberNews. Sekolah Alam Ar-Ridho Semarang akan menggelar
diskusi pendidikan bertajuk “Ngobrol Bareng Kak Seto”, Minggu (4/6)
mendatang. Acara ini menghadirkan Dr Seto Mulyadi Psi MPsi atau lebih akrab
disapa Kak Seto.
Ketua Panitia M Agus Hariyanto mengatakan acara tersebut dipersembahkan bagi masyarakat peduli pendidikan. Katanya, membangun software, paradigma, dan cara pandang yang bijak terhadap pola asuhan dan pola didikan anak, juga tak kalah pentingnya dibandingkan bantuan pendidikan berbentuk fisik dan material. “Banyak orang tua murid yang beranggapan, setelah memenuhi kewajiban administrasi sekolah, maka berakhir pula kewajibannya ngurusin pendidikan anak. Padahal, orang tua juga punya tugas untuk mengawal cara guru atau sekolah mendidik anaknya. Potensi kecerdasan anak kita dapat saja menjadi terkubur gara-gara guru yang salah dalam melakukan pendekatan belajar," ujar Agus Hariyanto kepada SM CyberNews, Selasa (23/5). Karena itu, kata dia, acara ini mengambil tema “Melejitkan potensi kecerdasan anak”. Pihak yang terlibat yakni guru (sekolah), orang tua, Dinas Pendidikan (pemerintah) dan masyarakat. “Karena Kak Seto adalah Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), maka kita juga akan coba gali sejauh mana apresiasi kita selama ini terhadap hak-hak anak. Keberanian Kak Seto untuk mendidik keempat anaknya dengan home schooling, di luar sekolah formal, juga hal yang menarik untuk dibicarakan,” tambahnya lagi. Acara ini dikemas sebagai acara keluarga sehingga ayah dan ibu dapat mengajak anaknya untuk turut hadir. Panitia telah menyiapkan acara dan ruang khusus, juga doorprize bagi anak-anak untuk berkreatifitas, sementara orang tuanya berkonsentrasi pada acara Kak Seto. Bagi anak-anak yang lebih besar rencananya bahkan akan dilibatkan dengan bermain bersama Kak Seto, di sela-sela penyampaian materinya. Sementara Kepala Sekolah Alam Ar-Ridho Mia Inayati mengatakan, “Ini bukan kali pertama Sekolah Alam mengundang para pakar pendidikan dan keluarga untuk share berbagi ilmu tentang bagaimana sesungguhnya pendidikan yang pas bagi karakter anak. Beberapa waktu lalu, kita menghadirkan Mohammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku pendidikan keluarga. Dan sekarang, kita mendapatkan kesempatan berharga berdiskusi dengan Kak Seto.” Mia mengungkapkan ada irisan atau kesamaan pemikiran antara kita dengan Kak Seto. Bahwa, pendidikan adalah hak anak. Cara kita mendidik juga perlu memperhatikan karakter dasar anak-anak. Anak-anak sangat menyukai cara belajar yang menyenangkan (fun learning), berbasis pengalaman (learning by experience), nyata (by doing), dan dapat saling terintegrasi (integrated learning). "Karakter inilah yang coba kita kembangkan terus di Sekolah Alam, termasuk dengan memanfaatkan alam dan lingkungan sebagai media, sumber, dan inspirasi pembelajaran. Tidak saja untuk kepentingan sains, alam adalah perangkat yang paling mudah untuk mengenalkan Allah kepada anak-anak,” tandasnya. ( imam m djuki/cn05 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |