Nasional
Sabtu, 20 Mei 2006 : 20.59 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pertemuan Bahas Korban '65 Dilabrak Ormas Karya Kepemudaan
Bandung, CyberNews. Sedikitnya 150 orang dari organisasi massa karya kepemudaan melabrak sebuah pertemuan yang membahas nasib korban-korban Peristiwa 1965, Sabtu (20/5) di Bandung. Pertemuan pun akhirnya bubar setelah massa menghentikan kegiatan tersebut.

Pertemuan itu sendiri bertajuk "Pasamoan Perempuan-perempuan Tangguh: Menggugah Memori Menggapai Rekonsiliasi Memperkuat NKRI" yang diselenggarakan Institut for Culture Religion Studies (INCReS). Isi ruangan sendiri, tertama letak meja dan kursi terlihat agak berantakan. Police line tampak dipasang di pintu masuk.

Acara itu sedianya diisi presentasi hasil penelitian atas nasib korban-korban Peristiwa 1965 terutama eks tapol PKI. Selain itu, juga bakal dihadirkan pembicara dari Komnas Perempuan, anggota DPR RI dari PDIP, Ribka Tjiptaning, dan anggota DPRD Jabar, Syaiful Huda.

Namun baru saja, Syaiful Huda yang memberikan pandangannya, massa yang berpakaian yang cenderung loreng-loreng langsung masuk ke dalam ruang gedung yang tak begitu luas itu.

Menurut Koordinator Program INCReS, Lelly Suhenti, mereka menyerbu masuk sambil membawa pengeras suara sambil membawa isu mereka yang terlibat dalam pertemuan sebagai PKI.

Yang membuat Lelly agak terpukul, hal itu dilakukan kepada para peserta yang kebanyakan sudah berusia sepuh. Peserta sendiri yang berasal dari kota-kota Jabar dan Jakarta itu, jelasnya, ada yang pernah terlibat maupun yang tidak menahu peristiwa itu.

"Mereka masuk dengan cara tidak sopan. Kami tak mau mereka jadi korban lagi makanya mereka kami langsung pulangkan begitu kejadian ini," tandas Lelly.

Atas peristiwa itu, dua orang pimpinan INCReS yakni Hasyim Adnan dan Khusnul Hidayati dimintai keterangan oleh aparat Polresta Bandung Tengah. Peristiwa ini dianggap tidak berizin. "Karena itu, kepolisian membubarkannya," kata Kapolresta Bandung Tengah, AKBP Mashudi.

Keterangan ini secara tidak langsung membantah bahwa pembubaran itu dilakukan oleh Ormas KP. Meski demikian, polisi juga memintai keterangan dari pihak OKP tersebut.

Asril Agus, perwakilan dari Ormas KP tersebut menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan karena kegiatan itu berpotensi menumbuhkan bahaya laten komunis. Polisi sendiri masih menyelidiki kebenarannya.

( setiady dwie/cn09 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission