![]() |
|
|
||||||||||||||||
|
|
305 Hektar Lahan Sawah Diserang Tikus
Di Kemangkon, wilayah yang paling parah serangan tikusnya adalah Desa Sumilir. ''Luar biasa tikus di sini. Sekali gropyokan bisa dapat beberapa karung tikus. Setiap malam kami mengerahkan sekitar 80 orang per kadus untuk menggropyok tikus di sawah,'' kata Driyanto, Ketua Kelompok Tani Maju Rahayu, Desa Sumilir, Rabu (26/4). Akibat serangan tikus ini, dari luas lahan 400 ubin atau lebih dari setengah hektar, petani hanya mendapat hasil 1 ton. Padahal jika tidak ada tikus petani bisa panen hingga lebih dari 4 ton. Keadaan ini sangat dikeluhkan petani karena hasil produksi yang diperoleh tidak seimbang dengan biaya produksi, seperti beli pupuk, sewa traktor, modal, dan penyiangan. Sukismo, Ketua Kelompok Tani Majamukti memperkirakan jumlah tikus yang ada di Sumilir mencapai ratusan ribu ekor. Mereka sulit dibasmi karena bersembunyi di bawah bekas rel yang melintas di tengah areal persawahan desa itu. Lagi pula Sumilir sering mendapat kiriman ribuan tikus dari desa tetangga jika terjadi banjir. ''Tikus di sini juga doyan tebu. Tebu seluas 13 hektar hanya bisa dipanen separonya akibat dirusak tikus. Padahal tebu itu kami tanam untuk menggilir tanaman. Karena itu kami senang pemerintah membantu petani membasmi tikus itu,'' katanya. Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit, Katiran menjelaskan, luas serangan tikus selama Maret hingga 106 hektar se Purbalingga itu masih dalam tahap ringan. Angka itu masih berada di range 2-25 persen dari luas total areal sawah se kabupaten yaiu 32.432 hektar. ( arief nugroho/cn09 )
|
|||||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |