Nasional
Selasa, 11 April 2006 : 22.54 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kekuatan Asing Diduga Terlibat di Papua
Surabaya, CyberNews. Kemungkinan keterlibatan kekuatan asing pada aksi penyerangan bersenjata yang mengakibatkan 2 anggota TNI dan 2 warga sipil tewas di Papua sangat terbuka.

Sebab, pasca kerusuhan di dekat kampus Universitas Cenderawasih dan pemberian suara politik kepada 42 warga Papua oleh pemerintah Australia, iklim politik di provinsi tersebut cenderung bergerak memanas.

Panglima TNI, Marsekal Djoko Suyanto tak memungkiri keterlibatan kekuatan asing dalam kasus penyerangan di Kampung Wembi, Kabupaten Keerom, Papua. “Jika kita baca perkembangan akhir-akhir ini bisa jadi ada keterkaitan. Kemungkinan itu tetap ada,” kata Djoko menjawab pertanyaan wartawan ketika menjemput 2 jenazah anggota TNI yang menjadi korban penyerangan di Base Ops Lanudal Juanda Surabaya, Selasa (11/4).

Seperti diketahui, saat digelar aksi sosial yang dilakukan prajurit TNI di Kampung Wembi, Keerom, Papua terjadi aksi penyerangan yang dilakukan sejumlah anggota gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kejadian itu mengakibatkan 2 anggota TNI tewas, yakni Sertu Basori Ahmad dan Pratu Sukarno Haryadi. Keduanya berasal dari Kesatuan 509 Kostrad Jember.

Setelah kejadian penyerangan itu, anggota TNI di sana langsung melakukan pengejaran anggota OPM. Tapi, bukan langkah balas dendam yang dilakukan anggota TNI. Sebab, hal tersebut bisa memperkeruh suasana di provinsi paling ujung timur Indonesia itu.

Pasca kejadian penyerangan di Keerom, Mabes TNI tak berencana meningkatkan jumlah personilnya di sana, termasuk di daerah perbatasan. Anggota TNI tetap menjalankan operasi regular dan tak ada operasi militer maupun penambahan pasukan.

”Pokoknya situasi seperti biasa, namun TNI melakukan pengejaran kepada pelaku yang diduga berjumlah sekitar 30 orang,” tambahnya.

Sementara itu, 2 jenazah anggota TNI-AD yang jadi korban aksi penyerangan anggota OPM di Papua, Selasa sekitar pukul 16.30 tiba di Bandar Udara Juanda Surabaya. Kedatangan kedua jenazah ini disambut Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan jajaran petinggi Kodam V/Brawijaya.

Jenazah Sertu Basori Ahmad akan dimakamkan di Desa Sumber Dodol,  Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Sedangkan jenazah Pratu Sukarno dibawa ke Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Rencananya, kedua jenazah dimakamkan Rabu (12/4).

Pratu Sukarno Haryadi sehari-hari bertugas sebagai tamtama pembawa amunisi (Tabamu) dan Sertu Basori Ahmad sebagai bintara urusan pengamanan (Baurpam). Kedua jenazah tiba di Surabaya dengan pesawat Merpati nomor penerbangan 429 dari Papua.( ainur rohim/Cn08 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission