![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Presiden: Korupsi Bisa Diberantas dalam Satu
Generasi
Jakarta, CyberNews. Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mengatakan, pemberantasan korupsi secara signifikan bisa dilakukan
dalam satu generasi. Hal ini ditegaskan presiden saat memberikan sambutan
dalam pembukaan Konferensi International Criminal Police Organization
(ICPO)-Interpol Asian Regional ke-19 di Jakarta, Selasa (11/4).
“Mungkin Anda berpikir saya terlalu optimistis, tapi saya percaya akan hal itu. Ini yang telah dilakukan di Hong Kong dan Singapura,” kata Yudhoyono. Menurut Presiden, pemberantasan korupsi memang butuh waktu lama karena masalah ini terkait dengan budaya. Memerangi korupsi harus memakai pendekatan struktural dari tingkat atas hingga ke bawah dan terus-menerus dikampanyekan. "Apabila jajaran pemerintahan rentan akan korupsi maka seluruh sistem akan kehilangan daya untuk melawan tindak pidana khusus tersebut," jelas Presiden. Lebih lanjut, Presiden menegaskan sudah seharusnya kepolisian menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi. Sejauh ini, pemerintah Indonesia merasa bangga karena Polri kini dikenal sebagai pemberantas korupsi, karena sudah banyak orang yang telah diperiksa dan ditahan karena terlibat korupsi. Jajaran Polri dibawah pimpinan Jenderal Sutanto juga telah melakukan pembersihan di internal kepolisian dan berharap proses ini terus berlanjut. Kendati demikian, lanjut Presiden, Interpol maupun Polri tetap harus meningkatkan kerjasama karena korupsi berkaitan juga dengan usaha pencucian uang (money laundering). Selain masalah korupsi dan pencucian uang, Kepala Negara juga berharap Polri dan Interpol Asia Pasifik terus bekerjasama memerangi kejahatan narkotika, terorisme dan bentuk-bentuk kriminal lainnya seperti cyber crime (kejahatan dunia maya). “Kami berharap kepada Anda semua untuk memasukkan para koruptor, pengedar narkoba, teroris, pembalak kayu, penyelundup manusia, dan pelaku kriminal lainnya ke balik jeruji penjara,” kata dia. Konferensi polisi internasional se-Asia Pasifik ini berlangsung pada hari ini hingga Kamis (13/4) dan diikuti 250 peserta dari 54 negara untuk membahas kerjasam memberantas tindak kejahatan dan tindak pidana khusus di kawasan Asia Pasifik. Hadir pada kesempatan itu Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Presiden IPCO Jacky Salaby, dan Gubernur DKI Sutiyoso. ( miol/cn09 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |