Daerah
Kamis, 09 Maret 2006 : 18.47 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Masyarakat Harapkan Penyuluhan Flu Burung
Semarang, CyberNews. Merebaknya virus flu burung atau avian influenza (AI) di Kota Semarang membuat sebagian masyarakat resah. PT Phapros Tbk, sebagai perusahaan farmasi di Semarang menyikapinya dengan menggelar penyuluhan antisipasi penyebaran flu burung di Kelurahan Bongsari, Rabu (8/3) malam.

Penyuluhan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama Dinas Pertanian Kota Semarang itu mendapat perhatian warga Kelurahan Bongsari. Puluhan warga yang memadati Balai Kelurahan itu mengharapkan pemkot menggelar kegiatan serupa di berbagai wilayah. Berbagai pertanyaan dari warga seputar penyebaran dan antisipasi virus AI mendapat penjelasan secara rinci dari Sutrisno (Dispertan) dan Widoyono (Dinkes).

Secara umum, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bahaya virus AI bila menyerang manusia. Darmin (45) warga RT 2 RW IV Bongsari mengharapkan kegiatan serupa bisa digelar di tempat lain agar masyarakat lebih mengetahui seluk beluk virus flu burung. "Di Bongsari kan ada gudang pembuatan obat (PT Phapros-Red), seharusnya wilayah ini bebas dari flu burung," katanya.

Penanggungjawab Corporate Social Responsibility (SCR) PT Phapros Drs Benny Suprani Akt menyatakan kegiatan digelar guna memberi informasi sejelas-jelasnya pada masyarakat. "Kegiatan ini adalah bentuk sosial kemasyarakatan dari kami terhadap masyarakat sekitar," katanya. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan menyebarkan 18.000 brosur informasi flu burung ke 177 kelurahan yang ada di Semarang.

Bentuk tim

Guna menangani virus flu burung, Dinas Pertanian Kota Semarang membentuk Tim Percepatan Pencegahan AI. Tim tersebut berjumlah lima dengan masing-masing beranggotakan lima vaksinator yang telah terlatih memberikan vaksin pada unggas. Setiap tim tersebut akan didampingi satu orang dokter hewan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Dra Hj Ayu Entys Wahyu Lestari Endah S MM. Menurut Ayu, pembentukan tim itu harus dilakukan karena kekhawatiran masyarakat akan virus AI kian meningkat. Hal itu terbukti dari makin banyaknya masyarakat yang meminta unggasnya divaksinasi.

"Selama ini hanya satu atau dua petugas yang melakukan vaksinasi di seluruh wilayah Semarang. Hal itu tidak akan efektif dalam menangani pencegahan virus flu burung," paparnya.

Tim tersebut, lanjutnya, akan bertugas ke seluruh kecamatan serta memberikan contoh cara menyemprot unggas yang baik pada masyarakat. Diharapkan nantinya masyarakat bisa menyemprot sendiri unggasnya dengan obat yang disediakan oleh Dispertan secara gratis.

Ayu mengharapkan warga bisa terbuka dengan petugas yang hendak melakukan penyemprotan dan tidak menyembunyikan unggasnya. Selama ini masih banyak masyarakat yang enggan bila didatangi petugas untuk disemprot atau divaksin unggasnya.

Untuk memudahkan pemantauan petugas, pihak Dispertan menghimbau pemilik unggas mengandangkan seluruh unggasnya sementara waktu. Selain itu warga diminta segera melapor ke petugas apabila menemukan adanya unggas yang mati tiba-tiba. "Untuk mengantisipasi flu burung, kandang harus dijaga kebersihannya. Jangan ragu-ragu meminta petugas untuk menyemprot disinfektan atau vaksinasi pada unggas," katanya.

( saptono joko/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission