Daerah
Kamis, 02 Maret 2006 : 21.28 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Temu Kader PPP Pekalongan Akan Dihadiri Empat Menteri
Kajen, CyberNews. Untuk menentukan sikap politiknya dalam pemilihan kepala daerah 21 Mei mendatang, DPC PPP Kabupaten Pekalongan akan menggembleng kadernya dalam acara temu kader di Semarang. Acara itu juga akan dihadiri oleh empat menteri dan ketua umum DPC sekaligus mantan Wakil Presiden Hamzah Haz.

Ketua DPC PPP HA Mustain Huda, Kamis (2/3) menegaskan, dalam acara itu sikap politik PPP terkait Pilkada Kabupaten Pekalongan secara resmi akan ditentukan. Empat menteri yang akan hadir dalam acara yang direncanakan 8 Maret kata dia adalah Menteri BUMN Sugiharto, Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Sosial Bachtiar Chamsjah dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

Selain itu, juga akan mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi. Sebelum digelarnya acara temu kader, para kader di seluruh PAC kata Mustain, akan disodori poling untuk menjaring aspirasi siapa cabup-cawabup yang diinginkan kader PPP. ''Kami akan mengagendakan poling untuk mengetahui cabup mana yang dinginkan kader dan apa alasannya,'' tuturnya.

Poling itu tegas dia, akan dijadikan pedoman untuk nantinya menentukan sikap politik. Jika KPUD menetapkan ada dua pasang calon, PPP akan mendukung salah satunya. ''Namun jika hanya satu pasang, maka akan ada sikap politik lain, dan kita konsisten berkoalisi dengan PAN,'' tandasnya tanpa mau menyebutkan sikap yang dimaksud.

Terkait dengan sikap berbeda dari para parpol yang tergabung dalam Fraksi Persatuan Bintang Demokrat (FPBD) menurut dia hal yang wajar dalam demokrasi. Munculnya wacana yang berbeda justru merupakan bibit-bibit demokrasi dan dinamika politik yang sehat. ''Justru lucu jika sikap politik dipaksa untuk sama,'' tandasnya.

Meski begitu, Mustain mengaku tidak setuju jika itu disebut sebagai perpecahan di tubuh fraksinya. Sebab meski suara partai berbeda, para anggota FPBD yaitu PPP, P Demokrat dan PBB tetap solid dalam kegiatan DPRD. Perbedaan suara parpol justru menunjukkan keseriusan untuk menentukan keputusan terbaik.

Apalagi sikap politik dalam pilkada kata dia, seharusnya memang disikapi dengan serius dan jangan hanya dijadikan dagangan, ''Jadi kami tak mau menjadikan parpol seperti makelar sapi,'' tandasnya.

( muhammad burhan/cn05 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission