Daerah
Jumat, 13 Januari 2006 : 18.26 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Provinsi Chung Cheong Buk-Do Bantu Tanah Longsor Banjarnegara
Magelang, CyberNews. Hasil penelitian tim geologi untuk menetapkan layak tidaknya tanah relokasi korban bencana tanah longsor di Banjarnegara ditempati, akan ditetapkan Senin (16/1).

''Tanah relokasi sekarang sedang diteliti, Senin hasil penelitiannnya selesai,'' ungkap Gubernur Jateng H Mardiyanto, Jumat (13/1).

Pada hari itu di Kantor Bakorlin II Kedu-Surakarta di Magelang, Gubernur menerima sumbangan dari Provinsi Chung Cheong Buk-Do, Korea, yang diserahkan Mr Kim Kwan Hyun. Bantuan yang diserahkan sebanyak 600 paket berisi selimut, sarung, sabun, pasta gigi dan sikat gigi, untuk korban tanah longsor di Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara.

''Bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat Banjarnegara, sekaligus bentuk kepedulian kemanusiaan dan persahabatan masyarakat Provinsi Chung Cheong Buk-Do kepada masyarakat Jateng. Kami juga siap membantu Jateng untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi,'' tutur Mr Kim.

Bantuan yang diangkut sebuah truk diserahkan Mr Kim Kwan Hyun kepada Gubernur Jateng, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Bakorlin Wilayah III, Tjipto Hartono, mewakili masyarakat Banjarnegara.

''Bencana itu bisa terjadi karena faktor geologi tanah. Yaitu lempengan batuannya keras tetapi tanah di atasnya gembur. Kemudian disiram hujan terus menerus akibatnya longsor,'' ujar Gubernur sambil menambahkan, karena itu tanah untuk relokasi harus diteliti lebih dulu oleh tim geologi.

Mardiyanto menerangkan, penelitian harus dilakukan karena hampir semua daerah yang terkena bencana tanah longsor struktur tanahnya labil. ''Jangan sampai lokasinya menempati struktur tanah yang labil lagi. Makanya ada beberapa contoh yang diajukan, nanti saya akan tentukan pada Selasa malam.''

Menjawab pertanyaan Gubernur mengatakan, yang direlokasi ada dua macam. Yaitu yang terkena bencana dan yang kritis rawan bencana. Pemprov ikut berperan, karena provinsi punya kepentingan untuk rakyat secara utuh dan mempunyai kemampuan lintas wilayah. ''Kita pikirkan bersama, karena yang kita relokasi bukan hanya yang terkena bencana, tetapi juga yang kritis rawan bencana. Perlu penataan dan penyesuaian perda tata ruang.''

Pada acara itu Mardiyanto mengajak masyarakat untuk mengaktifkan lagi warning system tempo dulu, yakni dengan membunyikan kentongan. ''Daripada mbengok-mbengok lebih baik menggunakan kentongan, baik kentongan titir, ndroromuluk dan sebagainya. Ini budaya Jawa yang punya nilai,'' ajaknya.( doddy ardjono/Cn08 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission