Nasional
Minggu, 27 Nopember 2005 : 13.56 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jusuf Kalla Bantah Gajinya Naik
Jakarta, CyberNews. Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla membantah gajinya telah naik. "Itu tidak benar," kata Wapres Jusuf Kalla yang hadir sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan memberikan pidato politik pada peringatan HUT ke 41 Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (26/11) malam.

Kalla mengatakan pada Sabtu pagi ia terkejut saat mendapati pemberitaan di surat kabar yang menyatakan gajinya telah naik.  Pada saat itu ia berpikir ada penghargaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap kerja keras Wakil Presiden. Setelah itu, ia menanyakan kepada sekretarisnya mengenai kebenaran berita tersebut. "Anda kok tidak memberi tahu saya bahwa gaji sudah naik. Mana uang itu?," kata Wapres.

Wapres Jusuf Kalla lalu mendapat jawaban dari sekretarisnya bahwa gajinya tidak naik. "Saya kemudian menjadi kecewa," kata Jusuf Kalla.

Sebenarnya, kata Kalla, pemberitaan mengenai kenaikan gaji itu hanyalah angin surga. Untuk itu, lanjut Wapres, ia langsung menelepon ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu pagi itu juga.

Wapres mengatakan, ia takut Presiden Susilo menjadi marah karena gaji wapres naik sementara gaji presiden tidak naik dan khawatir disangka melakukan kolusi dengan Ketua DPR Agung Laksono.  Kalla mengatakan, ia menjelaskan kepada Presiden Yudhoyono bahwa pemberitaan itu tidak benar.

Akibat pemberitaan tersebut, kata Kalla, banyak pihak yang mengirimkan pesan pendek (SMS) kepada dirinya untuk meminta sumbangan akibat kenaikan gaji wapres itu.

( ant/Cn08 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission