![]() |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Jarwanto Jualan Sate Keliling Jawa
''Benar, Mas. Saya mulai berkeliling Pulau Jawa jualan sate sejak 11 Juli 2002. Saya berjalan kaki sambil mendorong gerobak dari kota ke kota,'' kata Jarwanto (36), warga Bulusan RT 21/07, Kecamatan Karangdowo, Klaten yang memperistri Tarmiyah, warga Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Jarwanto memulai perjalanan dari Semarang. Kemudian ke Demak, Jepara, menyeberang Pulau Karimunjawa, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Gresik, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Wonogiri, Klaten, Gunungkidul, Yogya, Wates, Purworejo, Kebumen, Gombong, Waduk Sempor, Purbalingga. Sebagai bukti perjalanan panjang itu, dia menunjukkan surat jalan yang dikeluarkan sejumlah kepolisian sektor maupun kantor pemerintah. Di setiap kota yang disinggahi, Jarwanto berjualan sate untuk menyambung hidup. Paling cepat satu minggu, paling lama satu bulan. Selama itu pula dia menumpang tidur di rumah penduduk atau kantor polisi. ''Saya melakukan ini sebagai wujud rasa syukur karena saya dikarunia anak kembar laki-laki Sri Asmorojati Nur Hamdani dan Sasmitojati Nur Hamdana yang lahir 21 Juni 2001. Niat saya ini didukung oleh istri dan keluarga. Modal awal saya peroleh dari menjual tanah di desa,'' paparnya lugu. ( arief noegroho/cn05 )
|
|||||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |