Internasional
Rabu, 28 September 2005 : 14.10 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Wagub Resmikan Rumah Daerah Jateng di Kairo
Kairo, CyberNews. Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. H. Ali Mufiz, MPA dan istri berkunjung ke Kairo untuk meresmikan Rumah Daerah Jawa Tengah (RDJT) atau Griya Jateng, Ahad (25/9) siang.

Rumah senilai 2,6 milyar rupiah itu akan dijadikan sebagai pusat pelatihan keterampilan dan showroom Jawa Tengah di Kairo. Rencananya, pengelolaan rumah (yang terdiri dari 3 flat yang dijadikan satu) itu akan dipercayakan pada Kelompok Studi Walisongo (KSW), sebuah organisasi kemahasiswaan di Kairo yang anggotanya berasal dari Jawa Tengah.

Menurut koresponden SM CyberNews di Kairo, Mahlul, wakil gubernur bersama rombongan tiba di Cairo International Airport pada Ahad (25/9) dini hari waktu setempat menumpang pesawat KLM dari Amsterdam. Rombongan disambut oleh Agus Hidayatulloh selaku Ketua KSW dan beberapa jajaran pengurusnya.

Rombongan Wakil Gubernur sejumlah 7 orang langsung menuju ke hotel Sheraton Gezira di pusat kota Kairo. Sejumlah staf dari Pemda Jateng mendampingi kunjungan resmi Wagub ke Kairo. Nampak dalam rombongan Kepala Biro Pembangunan Daerah dr. Anung Sugihantono, Kabid Ekonomi Bappeda Prasetyo Ariwibowo, ajudan Wakil Gubernur Agus Sulaksito dan seorang pengusaha yang juga pengurus Kadin Jateng Solehadi S. Asror. Selama dalam perjalanan kunjungan di Kairo dan beberapa negara Eropa sebelumnya mereka didampingi tour leader Andi Tjipta H.

Sebelum meresmikan RDJT, Wakil Gubernur diterima Duta Besar Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA di Wisma Duta di wilayah Garden City Kairo. Dalam pertemuan itu juga dilangsungkan agenda laporan singkat dari pimpinan proyek RDJT Drs. Priyatno, yang juga Kepala Bidang Administrasi KBRI Kairo. Priyatno menjelaskan, pembangunan rumah itu melalui tiga tahap.

Pertama, tahap pembelian yang menghabiskan dana sekitar 935 ribu pound Mesir (kurs 1 dolar AS=5,75 pound). Kedua, tahap pemlesteran gedung yang masih berupa bata merah, menghabiskan dana sekitar 445 ribu pound Mesir. Terakhir, tahap finishing berupa pembelian meubelar, karpet, komputer dan pernik-pernik rumah yang lain. Tahap finishing ini menghabiskan dana sekitar 700 pound Mesir.

Selesai pertemuan di KBRI, Wakil Gubernur didampingi Duta Besar dan para stafnya langsung menuju RDJT di bilangan Nasr City. Datang sekitar pukul 12.00, rombongan langsung disambut shalawat badar yang dibawakan oleh group rebana "Sapu Jagad". Setelah menyampaikan prakata dan beberapa pesan dari Gubernur Mardiyanto, Drs. Ali Mufiz, MPA meresmikan RDJT, ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan batu prasasti. Selain itu, juga ada pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Rois Mahfud, Ketua KSW periode sebelumnya.

Setelah itu, Wakil Gubernur beserta rombongan melihat-lihat keadaan rumah. Dimulai dari lantai satu yang terdiri dari ruang showroom, ruang resepsionis, ruang tunggu/lobby, kantor sekretariat KSW, kamar mandi dan dapur. Lalu dilanjutkan ke lantai dua yang terdiri dari 5 kamar penginapan, 3 kamar mandi, dapur, ruang makan, dan aula seluas sekitar 100 meter persegi.

Selesai melihat-lihat seisi rumah, Wakil Gubernur langsung menuju aula dimana sekitar 200 anggota KSW sudah menunggunya untuk berdialog. Dalam dialog yang berlangsung santai itu, Ali Mufiz kembali menegaskan pesan Gubernur tentang pengelolaan RDJT yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan potensi daerah.

Pria kelahiran Jepara itu dengan gurauan-gurauannya yang renyah juga berbicara mengenai prospek pengembangan kebudayaan di Kairo khususnya dan Mesir pada umumnya. Tak lupa juga menyampaikan keadaan Jateng secara global yang tentunya sedikit mengobati kerinduan mahasiswa dan masyarakat Jateng yang berdomisili di Mesir.

Dalam dialog itu juga, muncul ide-ide untuk pengenalan budaya Jawa Tengah di Kairo khususnya dan Timur Tengah pada umumnya. Secara konkret, salah seorang mahasiswa mengusulkan adanya gamelan Jawa di RDJT. Selain itu, muncul juga tawaran adanya tenaga haji dari Kairo, mengingat sebagian besar anggota KSW juga sudah pernah melaksanakan haji, jadi kiranya dapat membantu jamaah haji Jawa Tengah.

Selain itu, kemampuan berbahasa Arab mahasiswa Jawa Tengah di Kairo tentunya juga dapat menambah pelayanan jamaah yang belum bisa berbicara lansgung dengan penduduk setempat.

Selain dialog, juga dilangsungkan pengukuhan pengurus KSW periode 2005-2006 yang baru menjabat sejak akhir Agustus lalu. Di samping itu, Wakil Gubernur juga memberikan penghargaan kepada 10 mahasiswa berprestasi. Tahun ini, Jawa Tengah memiliki cukup banyak mahasiswa berprestasi di Universitas Al-Azhar Kairo, bahkan mungkin terbanyak dibanding propinsi lainnya.

Dalam kunjungan dua hari selama di Kairo, rombongan Wakil Gubernur juga menyempatkan bertemu dengan direksi PT Orascom Egypt. Selasa (27/9) dinihari pukul 03.00 waktu setempat, rombongan dijadwalkan meninggalkan Kairo dengan maskapai KLM menuju tanah air.( habieb sl/Cn08 )

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission