|
11/07/2008 11:06 wib - Daerah Aktual
Noorsyaidah Sudah Lelah Berobat
- Hendak Dioperasi, Dokternya Meninggal Dunia
Samarinda, CyberNews. Berbagai upaya telah dilakukan Noorsyaidah (40), warga Jl AW Sjahranie, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), agar penyakit aneh yang dideritanya bisa lenyap. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil. Kawat pun tetap saja keluar dari perutnya. Meski sudah dicabut, kawat-kawat itu tetap terus tumbuh dan menyiksa dirinya selama 17 tahun ini.
Tak cuma tindak medis, pengobatan alternatif pun telah dilakoni wanita "Si Perut Kawat" itu. Kini, ia pun mengaku sudah lelah berobat. Ia pun tinggal berserah kepada Allah SWT atas cobaan berat yang menimpanya itu. Meski tak jarang ada pikiran buruk yang terlintas.
Syaidah pernah berharap lebih baik mati daripada menahan siksa tiap kali kawat runcing seperti ujung lidi itu menembus perutnya. Panjangnya kira-kira 20 centimeter. Tapi ia pun sadar. Hal tersebut hanya akan membuatnya lemah dan jauh dari Yang Kuasa.
"Sudah puluhan operasi yang saya jalani. Pengobatan alternatif di Kaltim maupun luar daerah, juga sudah. Tapi, ya belum sembuh juga," ujar wanita yang belum berkeluarga ini.
Yang aneh lagi, setiap tim medis hendak mencabut kawat dari perutnya melalui operasi, benda-benda itu seolah melawan. Tiba-tiba saja, kawan itu bersembunyi di balik perutnya. Bahkan, ketika ditarik, kawat yang jumlahnya puluhan itu, justru bertahan dan terus memaksa masuk ke tubuhnya. Alhasil, puluhan bekas jahitan operasi terukir jelas di perut guru pembinaan karakter anak di TK Al Waidah, Kutim itu.
Meski sudah lelah menjalani pengobatan, Syaidah tetap menerima jika ada pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk mengobati. Tentunya, selama cara-cara yang dilakukan tak menyimpang dari ajaran Islam.
Beberapa hari lalu, Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda dr Adjie Syiirafudin menjenguk dan menawari Syaidah agar penyakitnya diteliti. Meski akhirnya Adjie mengakui, apa yang dialami Syaidah di luar kewajaran, ia tetap berniat melakukan penelitian untuk mengobati.
Rupanya, tawaran ini belum disetujui Syaidah. Ia masih harus mendiskusikannya bersama anggota keluarganya. Apalagi ia sudah puluhan kali mendengar jawaban tim medis yang mengaku lepas tangan dengan apa yang dihadapinya.
Saat ditemui media ini di kediaman Hj Robiah, kakak kandungnya yang berada di Jl Merdeka III Samarinda Utara, Syaidah sepertinya mendahulukan pengobatan alternatif. "Sudah banyak tim medis yang mengoperasi saya. Hasilnya hanya mengeluarkan kawat, bukan mengobati. Jadi saya masih pikir-pikir dulu. Karena meski saat operasi dilakukan pembiusan, sakitnya tetap sangat terasa. Anehnya, tak sedikit tim medis yang mendapat ancaman ketika hendak mengoperasi saya," cerita Syaidah dengan mata menerawang.
Ancaman? Ya, beberapa dokter yang hendak mengoperasi Syaidah selalu ditemui dua orang asing yang mengancam jika operasi tetap dilakukan. Parahnya lagi, terkait atau tidak, ada dokter yang meninggal dunia beberapa hari sebelum mengoperasinya.
Sayangnya, Syaidah tak mau membeberkan nama-nama dokter tersebut. "Itu sudah masa lalu, tidak perlu dibahas lagi. Kejadiannya sekitar tahun 90-an," akunya menutupi.
Selama seminggu terakhir di Samarinda, Syaidah mengaku beberapa kali didatangi paranormal yang berniat membantu kesembuhannya. Hanya saja, tak seorang pun yang berhasil. (Sapos, kal /smcn)
|