|
11/07/2008 09:19 wib - Daerah Aktual
Usaha Pengobatan 'Si Perut Kawat' Gagal Paranormal Itu Angkat Tangan
Samarinda, CyberNews. Kemarin, ada seorang paranormal yang berusaha menyembuhkan Noorsyaidah (40), warga Jl AW Sjahranie, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Wanita "Si Perut Kawat" yang kini berdiam di rumah Hj Robiah, kakak kandungnya yang berada di Jl Merdeka III Samarinda Utara, pun didatangi.
Paranormal itu mengaku bernama Eko (30). Ia berniat menyembukan Syaidah dari penyakit aneh yakni keluarnya kawat dari perutnya. Apalagi penyakit tersebut sudah diderita Syaidah sejak 17 tahun lalu. Kawat sebesar ujung lidi itu, selalu saja tumbuh dengan ujung yang runcing. Kawat berkarat tersebut lepas dengan sendirinya, ketika panjangnya sekitar 20 centimeter. Namun kembali, kawat itu tumbuh. Begitu seterusnya.
Usaha pengobatan yang dilakukan Eko, dilakukan pukul 13.00 Wita kemarin. Kata Eko, apa yang menimpa Syaidah, merupakan "kiriman" dari ulu Mahakam. Ritual pengobatan diawali dengan zikir. Sambil berzikir, Eko memantrai segelas air putih. Bahkan, Eko sempat merajah air dalam gelas tersebut. Paranormal yang mengaku asal Kutai itu juga membaca doa untuk mengusir setan.
Setelah semua doa dibaca, Syaidah disuruh meminum air tersebut sebagai syarat untuk pengobatan alternatifnya. Usai meminum air, roh halus yang kata Eko telah meneluh Syaidah sejak 17 tahun lalu, juga diusir. Namun, saat Eko memegang kaki Syaidah, wajahnya tiba-tiba memerah. Suara-suara aneh mulai terdengar dari mulutnya. Beberapa kali juga Eko mengerang kesakitan.
Yang membuat penghuni rumah termasuk Syaidah takut, Eko tiba-tiba kerasukan. Jemari tangannya menunjukkan posisi mencakar. Ia pun terlihat seperti harimau. Beberapa kali ia mengeluarkan suara geraman harimau.
Dengan posisi merangkak, Eko seakan-akan hendak menerjang Syaidah. Salah seorang keluarga Syaidah yang saat itu berada disampingnya, terlihat waspada jikalau Eko tiba-tiba menyerang.
Sejumlah kerabat Syaidah juga berusaha menahan Eko yang sudah tidak sadarkan diri. Mereka membacakan ayat suci Alquran untuk menyadarkan Eko. Beruntung, beberapa menit setelah kerasukan, Eko mulai sadarkan diri. Dengan wajah pucat, Eko terpaksa pamit pulang karena gagal menyembuhkan Syaidah.
"Saya tidak sanggup mengobatinya. Tampaknya sangat parah. Ini adalah teluh yang dikirimkan dari ulu Mahakam," jelas Eko, saat dijumpai wartawan usai melakukan pengobatan.
Menurut Eko, teluh itu telah lama mengikat Syaidah hingga telah mendarah daging dengan rohnya. Inilah yang membuat tekanan teluhnya sangat kuat. (Sapos, kal /smcn)
|