|
26/04/2008 21:16 wib - Daerah Aktual
Rendah, Pengetahuan Orang Tua Terhadap Mainan
Semarang, CyberNews. Pengetahuan para orang tua dalam memilihkan atau membelikan mainan untuk anak, terutama usia balita, dinilai masih rendah. Mainan yang diberikan sering kali tidak sesuai dengan umur anak. Selain itu, para orang tua kurang mempertimbangkan fungsi mainan sebagai perangsang panca indera serta kecerdasan bagi anak.
''Banyak orang tua membelikan mainan bercermin pada keinginan diri orang tua sendiri. Mereka tidak mempertimbangkan keinginan serta kebutuhan anak. Ini dapat berdampak kepada perkembangan intelektual anak,'' kata psikolog senior dari Unika Soegijapranata, ML Oetomo, dalam Seminar ''Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Mendorong Proses Belajar Usia Dini Balita'', Sabtu (24/6).
Acara yang digelar di Nagatomi Baby 'N Toys, Jl Pandanaran Semarang, itu dihadiri oleh pelanggan dan pembeli toko mainan tersebut. Turut sebagai pembicara manager marketing Fisher Price, N Sastro.
Oetomo menambahkan, faktor yang sangat penting adalah mainan diberikan sesuai dengan umur dan perkembangan perilaku anak. Hal itu dapat dilihat dari label tertera di mainan dan rekomendasi umurnya. Sebab, itu sangat penting untuk keselamatan balita.
Selanjutnya, orang tua harus memilihkan mainan yang edukatif untuk perkembangan kecerdasan. ''Pilihlah mainan yang sesuai dengan umurnya dan tidak hanya berguna untuk dimainkan tetapi juga menstimulasi kecerdasannya. Itu sangat penting, sebab perkembangan intelektual dan emosional anak dirangsang oleh mainan,'' tegas Oetomo.
Dicontohkan, pemilihan mainan sebaiknya mengacu kepada faktor keamanan, warna yang kontras dan berani, bentuk dan ukuran mainan, serta lainnya.
Sementara itu, Sastro menegaskan, mainan harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan balita. ''Itu penting sekali, the right toys at the right moments (mainan tepat dalam waktu yang tepat) serta mainan yang tumbuh bersama balita,'' katanya.
Konsep tersebut memungkinkan setiap tahap perkembangan fisik penting anak, seperti tahapan menendang, mendorong, meraih, duduk, berdiri, berjalan, hingga berlari. Masa 500 hari pertama merupakan masa yang sangat menentukan anak. Sebab, pada masa tersebut dibentuk keseluruhan kepribadian anak.
Sementara 90 persennya direkam anak untuk menjadi proses belajar dalam masa perkembangan selanjutnya. ''Terkait permasalahan tersebut, Fisher-Price menerapkan konsep mainan yang tepat haruslah mainan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan balita.'' (Adi Prianggoro /CN05)
|