Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca  Redaksi
News Flash
Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi Tersangka     Besan SBY Hadapi Tuntutan Kasus Korupsi     Demokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai Manapun     Krisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih Menembak     Pemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo     
 

SUARA WARGA
Kerja Bhakti Melawan Nyamuk "Drakula"
Oleh Joko Suprayoga
Sembilan anak terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal, lantaran terjangkit penyakit demam berdarah (DB) dalam waktu hampir bersamaan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal, dokter Riskiyana MKes mengatakan, hingga awal 2010 ini DB di Kendal te

TERPOPULER
Mudik? Mari Mamp ...
Guru di Titik Pe ...
Peluang Wirausah ...
 
TERBAIK
Guru di Titik Pe ...
Mudik? Mari Mamp ...
 


REMAJA
Obrolan Sore Hari di Akhir 77
Oleh bagyo-sulaksono
Sudah berubahkah perasaan cintaku ini? Berubah menjadi sebuah kekecewaan yg mendalam? Atau bahkan kebencian? Cinta yang dulu begitu indah untuk kujalani, kini terasa seperti mengkhianati dan mencabik - cabik hatiku, membenamkanku jauh ke dalam keterpurukan. Seperti itukah yang kurasakan? Sebuah peye

TAJUK RENCANA
Hak untuk Merayakan Kegembiraan

Idul Fitri 1431 Hijriah, seperti pada seluruh momentum serupa sebelumnya, memberikan hak untuk merayakan kegembiraan. Tak terkecuali bagi siapa pun: tak ada sekat sosial, semua berhak merayakannya sebagai hari kemenangan setelah sebulan penuh berjihad mengatasi nafsu yang tersimbolisasi lewat rambu-

WACANA

Gagasan
Andaikata

Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun. Kita tengok ke belakang. Kita pernah dijajah oleh negara Eropa selama kurang lebih 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun. Andaikata kekayaan kita yang dikuras penjajah setiap tahun setara dengan Rp 1.000 triliun dan

 
 

08/05/2009 14:47 wib - Nasional Aktual
Banyak Keanehan Kasus Antasari

Jakarta, CyberNews. Pemberitaan mengenai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Antasari Azhar yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PBR) dalam waktu sepekan terakhir selalu ditempatkan di halaman muka media cetak.

Demikian pula dalam pemberitaan di media elektronik. Bahkan salah satu televisi swasta nasional membuat logo khusus dalam penayangan pemberitaan kasus yang menimpa orang yang dikenal sebagai "pendekar pemberantas korupsi" tersebut.

Pada sisi lain, muncul sejumlah keluhan yang, antara lain, menyebut bahwa pemberitaan kasus itu mengarah pada pembunuhan karakter orang yang selama ini memiliki prestasi sangat dalam mengungkap praktik korupsi di tanah air.

Maraknya berita soal Antasari bisa disebut dimulai ketika sejumlah wartawan mendapat sms dari nomor tidak dikenal yang isinya: Ass.ww ibu negara yth. pelaku penembakan Nasrudin Direktur anak perusahaan RNI telah ditangkap dan mengaku dibayar Antasari, mohon pemerintah segera mengumumkan dan segera menangkap Ketua KPK.

Pesan singkat itu diterima wartawan pada Kamis (30/4). Esok harinya, pemberitaan soal itu mulai menghiasi media massa, tanpa kecuali. Media massa, pada hari pertama berita besar itu beredar mendapat "umpan" baru, yaitu ketika Kejaksaan Agung mengumumkan kepada pers mengenai status Antasari Azhar yang menjadi tersangka dalam kasus itu. Disebutkan, status itu diperoleh dari surat Badan Reserse dan Kriminal Polri.

Saat itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan menyebutkan, surat dari Mabes Polri itu bersifat rahasia. Sejumlah wartawan "berkasak-kusuk" mengenai surat rahasia yang isinya diumumkan secara terbuka tersebut.

Surat itu oleh Kejaksaan dijadikan dasar untuk melakukan pencekalan terhadap Antasari Azhar. Biasanya, pengumuman status tersangka merupakan kewenangan dari kepolisian. Bagi wartawan yang biasa meliput kasus hukum, ini merupakan keanehan kedua setelah sms dari orang tidak dikenal.

Menurut peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah, pengumuman penetapan sebagai tersangka itu merupakan kewenangan penyidik, yaitu polisi. Sebelum pengumuman itu, sejumlah petinggi Mabes Polri datang ke kantor Jaksa Agung Hendarman Supandji, Jumat (1/5) pagi. Tapi, semua pejabat kejaksaan melakukan gerakan tutup mulut saat ditanya mengenai pertemuan tersebut.

Kejaksaan juga tutup mulut ketika wartawan bertanya dasar hukum atau pun alasan yang membuat korps penuntut itu mendahului polisi dalam hal penetapan status tersangka kepada Antasari.

Pada pengumuman Jumat itu, Jasman Pandjaitan menyatakan, penyidik Polri saat itu sudah melakukan penyidikan terhadap pembunuhan berencana Nasrudin yang terjadi di Tangerang pada 14 Maret 2009. Dalam pengumuman itu juga disebutkan nama AA sebagai aktor intelektual pembuhan tersebut.

Ketika wartawan merasakan suasana kehati-hatian Polri dalam kasus ini, isu terus berkembang dengan bahan baru yang menyebutkan adanya kasus asmara yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut. Muncul nama Rhani Juliani, gadis pendamping (caddy) di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan Antasari dan Nasrudin.

Akhirnya kepolisian pada Senin (4/5) atau tiga hari setelah pengumuman di Kejaksaan Agung, menetapkan status Antasari Azhar sebagai tersangka. Namun, tidak ada keterangan mengenai motif motif dari pembunuhan itu.

Pengumuman itu dilakukan pada siang hari, setelah pada pagi harinya polisi memeriksa Antasari. Antasari Azhar pun harus ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Dia diancam hukuman pidana seumur hidup karena dikenai Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana. Pemberitaan soal Antasari Azhar terus membesar.

Bantah pertemuan

Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji membantah adanya pertemuan khusus menjelang penahanan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. "Enggak," katanya ketika dikonfirmasi ada tidaknya pertemuan khusus itu. Dia hanya menjawab singkat seperti itu ketika ditemui seusai mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis.

Yang dibantah itu menyebutkan, sebelum penahanan terhadap Antasari, sempat digelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.

Jaksa Agung kemudian menyatakan, kejaksaan sudah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak kepolisian. "Saya hanya menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan. Karena 'locus delictie' (tempat kejadian) perkara itu ada di wilayah Kejati Banten, maka saya minta untuk ditunjuk jaksa pada Kejati Banten," katanya.

Ketika ditanya wartawan mengenai sikap kejaksaan yang mengumumkan Antasari Azhar sebagai tersangka mendahului pernyataan kepolisian sebagai bentuk rivalitas dengan KPK, Jaksa Agung menjawabnya, "kalau membalas, itu kan dipukul lalu membalas mukul, ini tidak ada."

Ia juga menyatakan, pengumuman kejaksaan mengenai status Antasari Azhar sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan itu karena ditanya wartawan. Keterangan Jaksa Agung itu bertentangan dengan fakta jumpa pers pada Jumat (1/5). Ketika itu, nama AA yang disebut sebagai aktor intelektual keluar dari mulut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan.

Saat itu, Jasman sedang mengumumkan surat rahasia Polri yang diterima Kejaksaan Agung. Jadi bukan pada saat tanya jawab dengan wartawan. Pengacara Juniver Girsang SH, yang menjadi para pembela Antasari Azhar, mengatakan, ada skenario besar di balik kasus pembunuhan Nasarudin Zulkarnain. "Ada pihak lain yang ingin mengarahkan agar Antasari jadi tersangka," kata Jurniver Girsang.

Dia mengatakan, pemberitaan tentang Antasari menyangkut kasus pembunuhan Nasarudin itu dianggap berlebihan sehingga terkadang mendahului penyidik dan ada pula yang menyebutkan Antasari menjadi tersangka.

Menurut Girsang, tidak tertutup kemungkinan dalam kasus tersebut Antasari diarahkan sebagai tersangka karena ia sering mengungkap kasus korupsi dengan skala besar. Kuasa hukum Ari Yusuf Amir menyesalkan sikap kejaksaan yang mengumumkan status kliennya sebagai tersangka. "Kita menyesalkan sikap kejaksaan, karena itu bukan kewenangannya," katanya.

Ia mengatakan, sikap kejaksaan itu terlalu cepat menyimpulkan. Penetapan status tersangka kepada Antasari Azhar itu juga menjadi tanda tanya dari anggota masyarakat. "Saya tidak percaya dengan tuduhan terhadap Antasari Azhar, dia kan sedang gigihnya melawan korupsi. Tentunya dia banyak musuhnya," kata salah seorang warga yang sengaja datang ke Polda Metro Jaya saat menjelang pemeriksaan terhadap Antasari Azhar.

Keluarga Antasari Azhar juga menyatakan ketidakpercayaan atas tuduhan itu. "Saya yakin seratus persen, tidak mungkin Antasari Azhar berbuat sebodoh itu," kata Ariman Azhar, kakak kandung Antasari Azhar.

Ia menjelaskan adik kandungnya itu memiliki dua anak perempuan, yang sudah menjadi dokter hingga tidak mungkin melakukan tindakan seperti itu. Ketika ditanya apakah dalam kasus itu, adik kandungnya menjadi korban konspirasi, dia menjawab "No comment".

Hal senada dikatakan rekan Antasari Azhar bernama Yuniar. Rekan ketika saat sama-sama mengambil program S2, Yuniar yang mengatakan dirinya tidak percaya dengan yang disangkakan terhadap rekannya tersebut. "Saya tidak percaya. Ini ada konspirasi. Apalagi dia jadi Ketua KPK banyak kasus korupsi yang ditangani. Saya tahu pribadi dia," kata rekan kuliah S2 Antasari itu.

(republika /CN08)

print Versi Cetak    print Beritahu Teman

Baca juga:
 
 


 
BERITA TERBARU

09/09/2010 15:02 wib
Lebaran, Three in One Ditiadakan
09/09/2010 14:51 wib
Seorang Pembantu Paksa Majikan Bayar THR
09/09/2010 14:40 wib
H-1, Pemudik Masih Padati Stasiun Senen
09/09/2010 14:35 wib
Rombongan Kapolri Batal Pantau Nagreg
09/09/2010 14:24 wib
Pria Tewas Tertabrak Pandan Wangi
 

BERITA TERPOPULER

14/09/2008 10:26 wib
Ogah Ditangkap, Pembalap Liar Kibuli Polisi
03/09/2008 13:45 wib
Tak Tangkap PSK, Anggota Polresta Pekalongan Dikenai Utang
09/09/2008 00:46 wib
Polda Kerjasama dengan Interpol
10/09/2008 13:56 wib
Presiden Usulkan Bambang Hendarso Kapolri Baru
08/09/2008 14:34 wib
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Daging Sapi Glongglongan
 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved  
Groups