Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi TersangkaBesan SBY Hadapi Tuntutan Kasus KorupsiDemokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai ManapunKrisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih MenembakPemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo
SUARA WARGA
Tokek dan Perang Dunia Oleh Davied Hendra Tokek memang sedang naik daun, masyarakat bukan saja memperbincangkan namun juga memburunya sampai ke hutan dan berbagai tempat. Ada yang hanya iseng, ada juga yang ingin mendapat uang banyak dan banyak juga yang menggeluti secara serius.
Haru Biru Kado Ultahku Oleh salimisme Selepas sholat Subuh di pagi yang cerah itu, aku dan beberapa kawanku sudah merencanakan sesuatu untuk mengisi kegiatan keluar komplek minggu ini. Kebetulan minggu ini kami mendapat giliran keluar komplek.
Semalam aku, Indra dan Dewi sudah merencanakan perjalanan kali ini.
Diawali dengan kegiata
Pendidikan berorientasi lapangan kerja belakangan menjadi perhatian masyarakat, seiring dengan fakta besarnya jumlah pengangguran, yang pada 2010 mencapai 7,6% atau 9,26 juta jiwa, 10% di antaranya sarjana. Data mengindikasikan, makin tinggi pendidikan makin tinggi tingkatan pengangguran. Orientasi
Kami dari warga RW II Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, ingin menanggapi pernyataan Sekda Jateng Hadi Prabowo tentang ‘’Pengadaan Tanah RSUD Tugurejo Bermasalah’’ yang dimuat di Suara Merdeka terbitan 8 Juli 2010.
Dikatakan oleh beliau bahwa telah terjadi selis
28/04/2009 15:45 wib - Daerah Aktual Peternak Babi di Banyudono Resah
Boyolali, CyberNews. Kabar berjangkitnya flu babi di kawasan Amerika membuat resah para peternak babi di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Harga penjualan ternak babi kini anjlok sehingga terpaksa diobral.
''Waduh, sekarang harga turun drastis mas,'' ujar Kentut (39) peternak babi yang merangkap sebagai pedagang. Ditemui dirumahnya, Selasa (28/4), dia menjelaskan, sebelumnya, harga jual babi untuk jenis ras mencapai Rp 20.000/ kg, namun kini hanya berkisar Rp 17.000- Rp 18.000/ kg.
Bahkan untuk ternak lokalan, harganya lebih rendah. Sebelum berhembus flu babi, harganya masih Rp 15.000/ kg, namun kini merosot menjadi Rp 12.000/ kg. Akibatnya, para peternak kini resah karena khawatir harga terus anjlok.
Bahkan, jadwal pengiriman babi hidup ke Tangerang terpaksa ditunda. ''Jadwal pengiriman sebenarnya Rabu (29/4). Namun tadi pembeli di sana sudah menelepon agar pengiriman ditunda karena pasokan melimpah. Para peternak di Tangerang sudah beramai- ramai menjual ternaknya sehingga harga terus turun. Saya juga belum tahu kapan pengiriman dilanjutkan.''
Tertundanya pengiriman, imbuh dia, berdampak terhadap harga jual babi lokal. Sejumlah peternak sudah meminta dirinya untuk mengambil babi di rumah peternak.
Hanya saja dia belum bisa menyanggupi karena order dari Tangerang dan Jakarta terhenti. Bahkan, dirinya juga terpaksa membatalkan pembelian yang telah disepakati. ''Sejumlah pembelian terpaksa saya batalkan meskipun saya sudah memberikan panjar,'' keluhnya.
Ditanya tentang kesehatan babi lokal, Kentut yakin belum tertular virus flu babi seperti di luar negeri. Apalagi, setiap ternak selalu divaksinasi dua kali. Pertama saat umur dua minggu dan kedua setelah 2 bulan. Biasanya babi dijual untuk konsumsi saat berumur 5,5 bulan dengan berat rata- rata mencapai 85 kg/ ekor. Saat harga belum jatuh, dia biasa mengirim seminggu sekali ke Tangerang.
''Repotnya, sekarang ini informasi dengan cepat diterima masyarakat melalui media massa. Jadi kejadian flu burung di Mexico pun dengan cepat diketahui warga sini.''
Ditemui terpisah, Kades Bendan, Kecamatan Banyudono, Widarto mengatakan, pihaknya sudah memberitahu para peternak babi di wilayahnya agar senantiasa mengecek ternaknya.
''Ada sekitar 30 peternak dengan jumlah ternak babi mencapai ratusan ekor. Kami senantiasa menjalin komunikasi dengan peternak agar rutin mengecek ternaknya. Kami juga akan meminta bantuan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali untuk mengecek kesehatan ternak babi,'' tegasnya.