Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi TersangkaBesan SBY Hadapi Tuntutan Kasus KorupsiDemokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai ManapunKrisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih MenembakPemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo
SUARA WARGA
Trayek Angkot Diserobot Angkutan Plat Hitam Oleh Hilman Saya menulis mewakili teman-teman Paguyuban Pengemudi Angkutan Jetak Kaliwungu (PAJAK) Kudus Jawa Tengah yang selalu merasa resah, sedih, emosi. Trayek angkutan yang menjadi mata pencaharian kami tidak jelas peruntukannya. Saling serobot.
Pergulatan komunikasi politik menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang mulai berlangsung dalam tempo yang eskalatif, setelah satu partai secara resmi mengusung pasangan calonnya. Isu-isu kampanye dapat diakses oleh masyarakat lewat baliho-baliho, spanduk, dan iklan-iklan di media massa. Di
SAAT kondisi ekonomi masih jauh dari kesejahteraan, pemerintah malah berencana membeli pesawat kepresidenan. Pengadaan pesawat khusus ini diperkirakan menelan biaya 75 juta dolar AS atau Rp 700 miliar, nilai yang fantastis.
Usulan itu muncul dari Sekretariat Negara (Setneg) yang menilai se
16/02/2009 14:43 wib - Nasional Aktual 30% Pelaku Aborsi Remaja
Denpasar, CyberNews. Jumlah kasus pengguguran kandungan (aborsi) di Indonesia setiap tahunnya mencapai 2,3 juta, dan 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.
"Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat berkisar 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahunnya," Kata Luh Putu Ikha Widani dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali di Denpasar, Senin (16/2).
Ia mengatakan, servei yang pernah dilakukan pada sembilan kota besar di Indonesia menunjukkan KTD mencapai 37.000 kasus, 27 persen di antaranya terjadi dalam lingkungan pranikah dan 12,5 persen adalah pelajar.
KTD di kalangan remaja hingga sekarang masih menjadi dilema yang belum dapat diselesaikan secara tuntas. Banyak kalangan yang pada akhirnya memojokkan remaja sebagai pelaku tunggal.
"Jika dicermati lebih jauh munculnya KTD di kalangan remaja adalah akumulasi dari serangkaian ketidakberpihakan berbagai kalangan terhadap remaja," ujar Ikha Widani.
Hambatan tersebut antara lain menyangkut upaya memberikan informasi kesehatan reproduksi yang cukup dan mendalam, serta semakin banyaknya remaja yang terjebak oleh mitos dibanding dengan fakta.
Untuk itu langkah awal, perlunya upaya meningkatkan akses remaja terhadap informasi yang benar dengan merangkul berbagai kalangan, termasuk media massa.
Ikha Widani menjelaskan, selain kehamilan yang tidak diinginkan perlu mendapat menanganan secara serius, juga menyangkut penderita HIV/Aids, mengingat 50 persen lebih menimpa kelompok usia 19-25 tahun dengan kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan sekitar 28,5 persen para remaja telah melakukan hubungan seksual pra nikah dan sepuluh persen di antaranya mereka akhirnya menikah dan memiliki anak, ujar Ikha Widani.