|
15/02/2009 22:47 wib - Daerah Aktual
Belanja Iklan Tempati Posisi Pertama
Surakarta, CyberNews. Belanja iklan politik yang secara nasional diprediksi tahun ini akan menempati posisi pertama mulai dirasakan oleh pelaku jasa periklanan outdoor di Solo. Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) perwakilan Surakarta, Irfan Sutikno mengatakan, para praktisi periklanan sudah mulai menggarap job iklan poltik,
terutama untuk luar ruangan atau outdoor. Hanya saja, seberapa banyak yang sudah digarap belum tahu secara detil.
"Sesuai dengan prediksi awal, tahun ini memang tahun poltik, dimana iklan-iklan politik baik itu calon legislatif dan parpol sudah mulai ramai. Sejumlah teman sudah mulai menghandle, termasuk saya yang saat ini mengerjakan tiga tiga
caleg," ujarnya.
Menurut dia, kondisi seperti itu akan terus terjadi sepanjang 2009. Terlebih, usai perhelatan pemilu legeslatif, masih akan disambung dengan pemilu presiden. Atas hal tersebut, pihaknya meyakini order atau belanja iklan politik akan terus mengalir.
Selain iklan politik, kata dia, iklan yang sudah mulai masuk adalah iklan pemerintah, terutama pemerintah daerah. Dimana pemda mulai menggarap potensinya dengan promosi. "Ini sudah mulai menggejala adanya iklan dari pemerintah daerah mempromosikan potensinya di luar ruangan. Terbukti, di beberapa tempat terdapat iklan-iklan pemda, meskipun masih disertai dengan sosok kepala daeranya," ujarnya.
Tetapi apapun itu, lanjutnya, merupakan sebuah sinyal bagus. Sebab, dengan adanya iklan-iklan tersebut maka banyak orang yang akan menikmati keuntungan. Dia mencontohkan, satu penyedia jasa iklan tidak mungkin menggarap iklan sampai dengan pemasangan sendiri. Ada beberapa unsur atau tenaga pembantu dalam menyelesaikan produk.
"Tidak mungkin yang memasang iklan sendiri, pasti melibatkan masyarakat lain. Inilah sisi positifnya, bahwa rezeki itu tidak hanya untuk penyedia jasa iklan saja, tetapi orang lain atau masyarakat kecipratan," tegas Irfan.
Hal senada juga diungkapkan Bambang Nugroho, ketua Asosiasi Perusahaan dan Praktisi Periklanan Solo (Asppro). Menurut dia, meski masih banyak iklan-iklan caleg yang smart, karena masih sebatas jual tampang saja, akan tetapi itu sudah sinyal bagus. Sebab, pesta demokrasi tidak hanya dinikmati kaum elite politik akan tetapi bisa merata hingga ke lapisan masyarakat, termasuk penjual bambu untuk tiang. (Heru Susilo /CN05)
|