Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi TersangkaBesan SBY Hadapi Tuntutan Kasus KorupsiDemokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai ManapunKrisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih MenembakPemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo
SUARA WARGA
Tokek dan Perang Dunia Oleh Davied Hendra Tokek memang sedang naik daun, masyarakat bukan saja memperbincangkan namun juga memburunya sampai ke hutan dan berbagai tempat. Ada yang hanya iseng, ada juga yang ingin mendapat uang banyak dan banyak juga yang menggeluti secara serius.
Haru Biru Kado Ultahku Oleh salimisme Selepas sholat Subuh di pagi yang cerah itu, aku dan beberapa kawanku sudah merencanakan sesuatu untuk mengisi kegiatan keluar komplek minggu ini. Kebetulan minggu ini kami mendapat giliran keluar komplek.
Semalam aku, Indra dan Dewi sudah merencanakan perjalanan kali ini.
Diawali dengan kegiata
Pendidikan berorientasi lapangan kerja belakangan menjadi perhatian masyarakat, seiring dengan fakta besarnya jumlah pengangguran, yang pada 2010 mencapai 7,6% atau 9,26 juta jiwa, 10% di antaranya sarjana. Data mengindikasikan, makin tinggi pendidikan makin tinggi tingkatan pengangguran. Orientasi
Kami dari warga RW II Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, ingin menanggapi pernyataan Sekda Jateng Hadi Prabowo tentang ‘’Pengadaan Tanah RSUD Tugurejo Bermasalah’’ yang dimuat di Suara Merdeka terbitan 8 Juli 2010.
Dikatakan oleh beliau bahwa telah terjadi selis
09/02/2009 09:34 wib - Daerah Aktual Pejabat Pemkab Bogor Wajib Bisa Baca Quran
Cibinong, CyberNews. Semua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang beragama Islam diwajibkan mampu membaca Al Quran sehingga mereka dapat menjadi imam salat lima waktu.
Pernyataan itu Bupati Bogor H Rachmat Yasin disampaikan saat mengikuti haul ke-14 almarhum KH M Istichori Abdurrahman di komplek Pondok Pesantren Darut Tafsir, Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (8/2). Kebijakan tersebut, berlaku bagi semua pejabat mulai eselon II,III, IV bahkan hingga kepala desa.
Menurut Bupati, keharusan menguasai baca tulis Al Quran sebagai wujud apresiasi dan pertanggungjawaban terhadap alim ulama yang memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Bogor. "Saya bertanggung jawab untuk tetap menjaga kepercayaan yang
diberikan para ulama dan masyarakat pada umumnya. Karena itu saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik agar citra ulama tetap terjaga dengan baik," kata pria yang lahir dari lingkungan tradisi Nahdlatul Ulama itu.
Diakuinya bahwa ketika keharusan menguasai baca tulis Alquran diberlakukan di lingkungan Pemkab Bogor, banyak pejabat yang merasa ketakutan, terutama jika ditunjuk menjadi imam salat. "Dampaknya positif, karena sekarang para pejabat eselon di lingkungan Pemkab Bogor beramai-ramai belajar membaca Alquran," katanya.
Pada awalnya, kata dia, memang terpaksa, tetapi ia berharap lama-lama menjadi kesadaran dan kebutuhan masing-masing. Selain bagi kalangan pejabat eselon, kata dia, kebijakan serupa juga akan diberlakukan bagi kepala desa. Kebijakan ini terutama akan dijadikan sebagai syarat pencalonan kepala desa. Setiap calon kepala desa diharuskan memiliki kemampuan baca tulis Alquran yang baik serta mampu menjadi imam salat lima waktu.
Kebijakan lain yang segera diberlakukan yaitu penanggulangan berbagai penyakit masyarakat (pekat), khususnya masalah prostitusi. Berbagai kawasan prostitusi seperti jalur Bogor-Parung dan kawasan wisata Puncak akan ditata serius oleh Pemkab Bogor.
"Saya sangat prihatin dengan kian maraknya prostitusi di Bogor. Saya akan bekerja keras untuk menanggulangi masalah ini. Saya berharap warga Bogor ikut bertartisipasi, karena program yang dicanangkan Pemda tidak ada artinya tanpa keterlibatan masyarakat," katanya.