Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca  Redaksi
News Flash
Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi Tersangka     Besan SBY Hadapi Tuntutan Kasus Korupsi     Demokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai Manapun     Krisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih Menembak     Pemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo     
 

SUARA WARGA
Tokek dan Perang Dunia
Oleh Davied Hendra
Tokek memang sedang naik daun, masyarakat bukan saja memperbincangkan namun juga memburunya sampai ke hutan dan berbagai tempat. Ada yang hanya iseng, ada juga yang ingin mendapat uang banyak dan banyak juga yang menggeluti secara serius. 

TERPOPULER
Tokek dan Perang ...
Mr Wie, Pewarta ...
Museum Bukan unt ...
 
TERBAIK
Memimpikan Pelaj ...
Museum Bukan unt ...
Mr Wie, Pewarta ...
 


REMAJA
Haru Biru Kado Ultahku
Oleh salimisme
Selepas sholat Subuh di pagi yang cerah itu, aku dan beberapa kawanku sudah merencanakan sesuatu untuk mengisi kegiatan keluar komplek minggu ini. Kebetulan minggu ini kami mendapat giliran keluar komplek. Semalam aku, Indra dan Dewi sudah merencanakan perjalanan kali ini. Diawali dengan kegiata

TAJUK RENCANA
Jambore Teknologi dan Prospek SMK

Pendidikan berorientasi lapangan kerja belakangan menjadi perhatian masyarakat, seiring dengan fakta besarnya jumlah pengangguran, yang pada 2010 mencapai 7,6% atau 9,26 juta jiwa, 10% di antaranya sarjana. Data mengindikasikan, makin tinggi pendidikan makin tinggi tingkatan pengangguran. Orientasi

WACANA

Surat Pembaca
Pengadaan Tanah RSUD Tugurejo Bermasalah

Kami dari warga RW II Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, ingin menanggapi pernyataan Sekda Jateng Hadi Prabowo tentang ‘’Pengadaan Tanah RSUD Tugurejo Bermasalah’’ yang dimuat di Suara Merdeka terbitan 8 Juli 2010. Dikatakan oleh beliau bahwa telah terjadi selis

 
 

05/02/2009 23:28 wib - Daerah Aktual
Jamu Jun, Jamu yang Berasa Nikmat

Karsipah (45) menjajakan jamu jun di Pasar Gangbaru, kawasan Pecinan, Semarang. (SM CyberNews/Rukardi)
Semarang, CyberNews. Kalau jamu tradisional identik dengan rasa pahit, tidak demikian dengan jamu jun. Jamu ini berasa manis rempah sehingga lebih menyerupai wedang. Dengan minum jamu jun dua manfaat dapat diperoleh sekaligus, badan sehat, perut nyaman.

Ya, jamu jun minuman tradisional yang nikmat dan berkhasiat. Minuman kental itu dibuat dari campuran air, tepung beras, tepung ketan, santan, gula jawa, gula pasir, daun pandan. serta 18 jenis rempah yang disebut sariwangi batanget. Bahan rempah antara lain jahe, serai, merica, dan kayu manis.

Dinamakan jamu jun, lantaran saat dijajakan, minuman itu ditaruh dalam jun (wadah air dari gerabah). Agar senantiasa hangat, bagian luar jun dibungkus dengan daun jati. Jamu jun disajikan menggunakan mangkuk. Sebagai penyedap, ditambah dengan bubuk merica, selo (bubuk putih dari bahan herbal), serta bola-bola kecil berwarna coklat yang dinamakan krasikan (dibuat dari campuran parutan kelapa, jahe, gula merah, dan tepung ketan).      

Dulu jamu jun banyak dijajakan pedagang, namun kini relatif jarang. Salah satu penjual jamu jun yang masih eksis adalah Karsipah (45). Setiap hari dia mangkal di Pasar Gangbaru, kawasan Pecinan Semarang. Perempuan asal Desa Poncoharjo, Kecamatan Bonang, Demak tersebut sudah menjajakan jamu jun sejak 15 tahun lalu. Dia mewarisi pekerjaan itu secara turun temurun dari nenek moyangnya dulu.

Menurut Karsipah, jamu jun produk asli Poncoharjo. Bertahun-tahun sebagian warga desa itu membuat dan menjualnya sebagai mata pencaharian. Selain di Demak, mereka juga menjajakan jamu jun di Semarang. Bahkan dalam perkembangannya, minuman penghangat itu lebih dikenal sebagai khas Semarang.

"Sekarang, warga Poncoharjo yang membuat dan menjual jamu jun tinggal sekitar 10 orang. Lebih dari separonya ider di Semarang. Tapi saya ndak tahu, di mana persisnya mereka jualan," katanya.
 
Relatif Murah

Karsipah sendiri baru tiga tahun mangkal di Pasar Gangbaru. Dia menempati dasaran milik Jatmi, ibunya, yang sudah tak lagi berjualan. Sebelum itu Karsipah membuka dasaran di Pasar Johar. Dia memilih pindah karena di Gangbaru pembelinya relatif lebih banyak.

"Pagi sampai siang saya jualan di Gangbaru. Agak sore keliling ke kampung-kampung di sekitar Kauman. Sehari saya bisa habis dua jun. Selain jual eceran, saya juga sering dapat pesanan untuk acara resepsi," ujar Karsipah yang mengontrak rumah di Kampung Sukolilo.

Harga jamu jun relatif murah, semangkuk cuma Rp 2.000. Jika satu jun berisi 50 mangkuk jamu, omzet Karsipah dalam sehari rata-rata Rp 200.000. Sebagian hasil penjualan dipakai kembali untuk membeli bahan baku. Beberapa bahan cukup dibeli di Semarang, namun khusus ramuan sariwangi batanget hanya bisa diperoleh di Pasar Bintoro.

"Sampai sekarang, pembuat jamu jun masih bergantung dengan ramuan itu. Kami semua  tidak ada yang tahu bahan-bahan apa saja yang dipakai untuk membuatnya. Yang kami tahu sariwangi batanget dibuat dari ramuan rempah-rempah dan bahan-bahan jamu lainnya."

(Rukardi /CN09)

print Versi Cetak    print Beritahu Teman



 
BERITA TERBARU

01/08/2010 00:04 wib
Konser Sheila On 7 Ricuh, Lima Orang Luka-luka
31/07/2010 23:43 wib
Gempa 5,8 SR Kembali Guncang Iran
31/07/2010 23:26 wib
Penghitungan Manual KPU Malam Ini JiWa Memperoleh 92.615
31/07/2010 22:56 wib
Solusi Atasi Kesenjangan Wilayah
31/07/2010 22:34 wib
Ledakan Tabung Elpiji Ulah Pengusaha Hitam
 

BERITA TERPOPULER

24/08/2008 11:38 wib
Seorang Kakek di Lampung ''Bangkit dari Kubur''
15/08/2008 19:47 wib
Adik Mantan Kapolri Tewas Kecelakaan
27/08/2008 16:55 wib
Kapolri Merasa Anggaran untuk Polri Kurang
28/08/2008 22:44 wib
Polisi Periksa Tujuh Orang Saksi
22/08/2008 22:16 wib
Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu BPKB
 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved  
Groups