Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca  Redaksi
News Flash
Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi Tersangka     Besan SBY Hadapi Tuntutan Kasus Korupsi     Demokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai Manapun     Krisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih Menembak     Pemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo     
 

SUARA WARGA
Mudik? Mari Mampir ke Kota Solo
Oleh Wibisono
Sebentar lagi menjelang lebaran, yang artinya, tradisi mudik ke kampung halaman akan segera dilakukan. Nah, bagi masyarakat Solo yang merantau ke luar daerah, atau pemudik yang kebetulan lewat kota Solo, Jawa Tengah tentunya sangat hafal dengan tempat-tempat khas kota Solo sekaligus macam-macam

TERPOPULER
Guru di Titik Pe ...
Mudik? Mari Mamp ...
Peluang Wirausah ...
 
TERBAIK
Guru di Titik Pe ...
Mudik? Mari Mamp ...
 


REMAJA
Cinta
Oleh muhammad-abduh-asaduddin
Assalamu'alaikum saudara saudariku Pernakah kalian merasakan jatuh cinta?? Diterimakah cinta kalian?? Atau ditolak? Atau kalian pernah merasakan indahnya suatu hubungan tapi kemudian kandas di tengah jalan? Ya, begitulah orang yang sedang jatuh cinta, kadang susah, senang, sedih. Kadang seperti m

TAJUK RENCANA
Gedung DPR: Kebanggaan dalam Tanda Petik

Kita mungkin membayangkan, jika sudah jadi kelak, gedung DPR akan menjadi salah satu landmark Ibu Kota. Juga jadi ikon tujuan wisata jika para siswa sekolah atau kelompok-kelompok masyarakat berpiknik ke Jakarta. Bayangkanlah, gedung berlantai 36 itu dianggarkan Rp 1,6 triliun, yang apabila dikalkul

WACANA

Surat Pembaca
Saatnya PT KA Berubah

Pagi hari, 18 Agustus 2010, kurang lebih pukul 08.00 saya sampai di Stasiun Kereta Api Tawang Semarang. Sampai di dalam gedung saya langsung mengambil formulir pemesanan tiket dan mengisi dengan jelas dan lengkap. Saya bermaksud memesan tiket Senja Utama Eksekutif jurusan Semarang-Cirebon untuk kebe

 
 

17/01/2009 23:28 wib - Daerah Aktual
Warga Kudus Tolak Fatwa Merokok Haram

Kudus, CyberNews. Masyarakat di Kabupaten Kudus yang diwakili oleh sejumlah organisasi masyarakat sepakat menyatakan menolak fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia yang akan diumumkan pada 29 Januari 2009 mendatang.

Pernyataan tersebut terungkap dalam jumpa pers dari perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK), Forum Pengusaha Rokok Kudus (FPRK), Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perguruan tinggi di Kudus, LSM, dan MUI Kudus, Sabtu (17/1) bertempat di aula DPRD Kudus.

Ketua DPRD Kudus Asyrofi Masytho, yang menjadi pemprakarsa pertemuan tersebut mengatakan, fatwa haram rokok oleh MUI terkesan dipaksakan. Padahal, keberadaan rokok di Kudus ada sejak 100 tahun yang lalu. Bahkan, Kudus juga menjadi cikal bakal berdirinya sejumlah industri rokok, hingga kini menjadi jantung perekonomian masyarakat di Kudus. "Hampir seluruh sektor perekonomian yang ada di Kudus tergantung pada sektor industri rokok," ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat di Kudus perlu berkoordinasi menyikapi wacana fatwa merokok maram tersebut, karena sangat meresahkan. "Masyarakat Kudus perlu menyampaikan kondisi riil yang ada di Kudus, sehingga fatwa MUI nantinya tidak merugikan banyak pihak," ungkapnya.

Terlebih lagi, keberadaan industri rokok di Kudus juga tidak dapat dipisahkan dari pemasukan APBN pada penerimaan cukai rokok yang mencapai Rp50 triliun untuk tahun 2009. Ditambahkan As'ad dari perwakilan SPSI Kudus mengatakan, fatwa haram merokok juga mengancam 100.000 karyawan di industri rokok.

Selain itu, fatwa tersebut juga mengancam sektor industri kertas sebagai pemasok untuk industri rokok, sehingga jumlah pekerja yang terancam bertambah sektiar 150.000 karyawan. "Jumlah tersebut dari Kabupaten Kudus saja. Sedangkan perusahaan rokok kategori kelas satu di Indonesia ada lima perusahaan yang tersebar di empat daerah," ujarnya.

Di antaranya, perusahaan rokok Djarum dan Nojorono di Kudus, Sampoerna di Surabaya, Gudang Garam di Kediri, dan Bentoel di Malang. Sementara itu, Ketua MUI Kudus, KH Syafiq Naschan, mengatakan, penetapan hukum rokok merupakan masalah ijtihadiyah (persoalan baru), mengingat pada zaman Nabi Muhammad SAW tidak ada, sehingga tidak ada dasar yang pasti.

(Ant /CN05)

print Versi Cetak    print Beritahu Teman



 
BERITA TERBARU

02/09/2010 23:21 wib
Polres Siapkan 5 Pos di Wilayah Kartasura
02/09/2010 23:14 wib
Pengunjung Swalayan Panik Saat Gempa Terjadi
02/09/2010 23:04 wib
PT Jasa Marga Siap Sambut Pemudik
02/09/2010 22:58 wib
Jelang Lebaran Harga Ayam Melonjak
02/09/2010 22:48 wib
Peraturan Seragam Unnes Akan Dievaluasi
 

BERITA TERPOPULER

09/09/2008 00:46 wib
Polda Kerjasama dengan Interpol
03/09/2008 13:45 wib
Tak Tangkap PSK, Anggota Polresta Pekalongan Dikenai Utang
08/09/2008 14:34 wib
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Daging Sapi Glongglongan
10/09/2008 18:29 wib
Polisi Georgia Ditembak Mati di Dekat Pos Rusia
14/09/2008 10:26 wib
Ogah Ditangkap, Pembalap Liar Kibuli Polisi
 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved  
Groups