|
07/01/2009 09:25 wib - Daerah Aktual
Terlalu Akrab Dengan Istri Orang Wajah Mandor Bangunan Dipacul
Grobogan, CyberNews. Diduga terlibat cinta segitiga, Mariman (40) warga Desa Wanutunggal Godong Grobogan, menjadi korban kebrutalan Yok (50). Wajah duda beranak dua itu dipacul beberapa kali oleh pelaku saat ia tengah tidur lelap di warung milik Luluk (35) istri pelaku. Korban mengalami luka parah pada tulang hidung patah, dahi, pelipis kanan dan kiri.
“Kakak saya belum bisa diajak bicara karena wajah dan mulutnya luka parah. Sebelum dirawat di RS Yakkum Purwodadi, kakak saya sempat lima jam dirawat di RST Semarang,” kata adik korban Suroso (26), Selasa (6/1).
Penganiayaan yang menimpa korban terjadi di kompleks Perumahan Bukit Wachid Manyaran Semarang Barat, terjadi Senin (5/1) pukul 05.00. Pagi itu, kata Suroso, korban tengah tidur lelap di warung makan milik Luluk (35), yang berlokasi di kompleks perumahan tersebut.
Tiba-tiba Yok datang. Lelaki itu langsung mengambil pacul lalu dihantamkan ke wajah korban. Tentu saja korban kaget dan menjerit. Tapi belum sempat korban bangun, tersangka Yok kembali menghantamkan pacul ke dahi, pelipis kanan dan kiri korban hingga terkapar.
Mengetahui korban sudah tak bergerak, tersangka kemudian pergi meninggalkan tempat kejadian. Namun sesampai di pintu gerbang perumahan, tersangka berhasil diringkus petugas Satpam setempat dan kemudian diserahkan ke Mapolres Semarang Barat.
Sedangkan korban yang tergeletak di tempat tidur berlumuran darah, ditolong Luluk dan kemudian dilarikan ke RST Semarang oleh teman korban bernama Joko. “Untuk memudahkan keluarga menunggu selama dirawat, kakak saya dipindah ke RS Yakkum Purwodadi,” ucap Suroso.
Menurut Suroso, tersangka sudah lama dendam kepada korban. Hal itu terbukti sebelum Lebaran lalu, tersangka sempat datang bersama empat temannya mencari korban yang bekerja sebagai mandor proyek pembangunan perumahan Bukit Wachid Semarang. Namun ketika itu pelaku dilarang masuk oleh petugas Satpam perumahan.
Diakuinya, tersangka merasa cemburu karena korban diduga punya hubungan gelap dengan Luluk, istri tersangka. “Hal itu diakui oleh Mbak Luluk. Ketika menjenguk kakak saya di RS Yakkum Purwodadi, Mbak Luluk mengatakan kalau suaminya cemburu. Apalagi Mbak Luluk yang saat ini tengah hamil lima bulan diduga dari hasil hubungan gelap dengan kakak saya,” ungkap Suroso.
Ditambahkan, Luluk setiap harinya membuka warung makan melayani anak buah korban yang bekerja di proyek perumahan Bukit Wachid Manyaran Semarang. “Para pekerja proyek perumahan sering bon makan di warung Mbak Luluk dan yang menanggung pembayarannya adalah kakak saya selaku mandor proyek. Sehingga hubungan keduanya cukup akrab,” jelas Suroso. (kr /smcn)
|