Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca  Redaksi
News Flash
Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi Tersangka     Besan SBY Hadapi Tuntutan Kasus Korupsi     Demokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai Manapun     Krisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih Menembak     Pemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo     
 

SUARA WARGA
Mudik? Mari Mampir ke Kota Solo
Oleh Wibisono
Sebentar lagi menjelang lebaran, yang artinya, tradisi mudik ke kampung halaman akan segera dilakukan. Nah, bagi masyarakat Solo yang merantau ke luar daerah, atau pemudik yang kebetulan lewat kota Solo, Jawa Tengah tentunya sangat hafal dengan tempat-tempat khas kota Solo sekaligus macam-macam

TERPOPULER
Guru di Titik Pe ...
Mudik? Mari Mamp ...
Peluang Wirausah ...
 
TERBAIK
Guru di Titik Pe ...
Mudik? Mari Mamp ...
 


REMAJA
Cinta
Oleh muhammad-abduh-asaduddin
Assalamu'alaikum saudara saudariku Pernakah kalian merasakan jatuh cinta?? Diterimakah cinta kalian?? Atau ditolak? Atau kalian pernah merasakan indahnya suatu hubungan tapi kemudian kandas di tengah jalan? Ya, begitulah orang yang sedang jatuh cinta, kadang susah, senang, sedih. Kadang seperti m

TAJUK RENCANA
Gedung DPR: Kebanggaan dalam Tanda Petik

Kita mungkin membayangkan, jika sudah jadi kelak, gedung DPR akan menjadi salah satu landmark Ibu Kota. Juga jadi ikon tujuan wisata jika para siswa sekolah atau kelompok-kelompok masyarakat berpiknik ke Jakarta. Bayangkanlah, gedung berlantai 36 itu dianggarkan Rp 1,6 triliun, yang apabila dikalkul

WACANA
Parsel, Potensi yang Menyuburkan Korupsi
Oleh Joko Riyanto

MENJELANG Lebaran, badan usaha milik negara (BUMN) memajang pengumuman penolakan parsel. Di antaranya, Pertamina, PLN, Bank Mandiri, BNI, dan PT Jasa Marga. Di lingkar pemerintahan, Mendagri Gamawan Fauzi tak kalah ’’heroik’’ mengeluarkan imbauan antiparsel. Imbauan juga b

 
 

27/12/2008 20:26 wib - Daerah Aktual
Demi Oleh-oleh, 15 Jamaah Haji Rela Pulang Telat

Boyolali, CyberNews. Tekad sekitar 15 jamaah haji kloter 34 asal Jepara kali ini terbilang unik dan mengharukan. Mereka rela menahan rasa capai bercampur rindu bertemu keluarga di kampung halaman demi sebuah oleh-oleh. Betapa pentingnya arti cbuah tangan itu membuat para haji dan hajjah yang berusia lanjut menolak bergabung dengan 387 jamaah lainnya pulang bersama bus penjemput.

Maklum barang bawaan kloter 34 tidak terangkut oleh pesawat yang membawanya ke Tanah Air. Mereka dengan sabar menanti kedatangan pesawat berikutnya mendarat di Bandara Adisumarmo. Dengan harapan pesawat itu membawa barang bawaan.

"Kami mendengar koper-koper tidak terangkut di kargo pesawat. Padahal isinya oleh-oleh dari Arab Saudi untuk keluarga. Karena kami tidak mau mengecewakan keluarga di rumah, mendingan kami menunggunya siapa tahu pesawat yang kloter berikutnya membawanya," tutur Akhmad Su'aidi, humas Debarkasi Adisumarmo Solo menirukan H Nur Rahmat salah satu jamaah asal Jepara di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (27/12).

Bagi Nur Rahmat dan sebagian jamaah yang selesai berhaji, pulang dengan membawa oleh-oleh merupakan sesuatu hal yang diidam-idamkan. Mereka tidak ingin pulang hanya dengan tangan hampa, meski keluarga di rumah sudah sangat lega anggota keluarganya pulang dengan selamat.

Tetapi dengan membawakan oleh-oleh bisa menjadi tanda mata sekali seumur hidup. Sebab tidak semua jamaah bisa pulang dengan membawa oleh-olehnya, karena terbentur peraturan Bandara King Abdul Aziz Jeddah yang memperketat barang bawaan jamaah.

Ternyata, kesabaran yang ditunjukkan ke-15 jamaah itu berbuah hasil. Setelah pesawat kloter 35 yang membawa rombongan haji asal Magelang mendarat di Bandara Adisumarmo pukul 03.07. Pesawat itu membawa seluruh barang bawaan milik kloter 34, termasuk milik ke-15 jamaah tadi. Hal itu diketahui, saat truk trailer pengangkut barang melakukan bongkar muat di gedung Muzdalifah asrama haji.

Wajah pucat Nur Rahmat dan sesama jamaah haji lainnya yang sudah berjam-jam menunggu koper-kopernya berubah sumringah. Mereka langsung menghampiri tas masing-masing dan membawanya ke mobil penjemput, pagi itu juga mereka tancap gas meluncur ke daerah masing-masing.

Akhmad Su'aidi mengatakan, kedatangan kloter 34 yang disertai lima anggota Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan Haji (TP4H) Jateng juga tampil beda. Para jamaah haji pria seragam mengenakan kaifiyah (surban merah almarhum Yasser Arafat, Pemimpin Palestina).

Sementara kedatangan kloter 35 jumlahnya tidak komplit sebagaimana saat berangkat ke Tanah Suci. Dua jamaah wafat di Madinah yakni Mundjiatun binti Kartodiharjo (83) asal Kaligintung Kalinegoro Mertoyudan dan Anshori bin Muh Hadi (61) dari Kebonrejo. Sementara Muh Shodiq bin Hadi Ghozali (84) asal Candiretno Secang Magelang saat ini masih dirawat rumah sakit An-Nur Makkah setelah diamputasi kedua kakinya akibat penyakit diabetnya yang cukup parah.

(Budi Sarmun S /CN05)

print Versi Cetak    print Beritahu Teman



 
BERITA TERBARU

02/09/2010 23:14 wib
Pengunjung Swalayan Panik Saat Gempa Terjadi
02/09/2010 23:04 wib
PT Jasa Marga Siap Sambut Pemudik
02/09/2010 22:58 wib
Jelang Lebaran Harga Ayam Melonjak
02/09/2010 22:48 wib
Peraturan Seragam Unnes Akan Dievaluasi
02/09/2010 22:39 wib
Secara Teknis, Nagreg Siap Untuk Arus Mudik
 

BERITA TERPOPULER

09/09/2008 00:46 wib
Polda Kerjasama dengan Interpol
03/09/2008 13:45 wib
Tak Tangkap PSK, Anggota Polresta Pekalongan Dikenai Utang
08/09/2008 14:34 wib
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Daging Sapi Glongglongan
10/09/2008 18:29 wib
Polisi Georgia Ditembak Mati di Dekat Pos Rusia
14/09/2008 10:26 wib
Ogah Ditangkap, Pembalap Liar Kibuli Polisi
 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved  
Groups