|
19/12/2008 21:35 wib - Daerah Aktual
Mantan Karyawati Alfamart Dibunuh Mahasiswa Undip
Semarang, CyberNews. Mantan karyawati Alfamart Untung Suropati, Semarang, Dwi Ariani (20), tewas dibunuh secara sadis oleh teman prianya yang diketahui bernama Septian Agung Setiyo Pambudi (20), mahasiswa semester IV FISIP Undip, Semarang.
Ariani ditemukan dengan kondisi mengenaskan di area sawah yang ada di Dusun Sarean, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Kamis (18/12) sekitar pukul 20:45.
Tubuh korban yang merupakan warga Desa Sendang Dawung, RT 11 RW 3, Kecamatan Kangkung, Kendal, itu terdapat beberapa luka memar. Lehernya terdapat luka bekas cekikan dan jeratan. Lubang telinga kanan dan hidung keluar darah. Sementara kepala korban mengalami luka cukup serius.
Saat ditemukan dia mengenakan celana jins hitam, baju lengan panjang warna cokelat, dan jam tangan digital merek Shnors.
Beberapa jam setelah korban ditemukan, petugas Resmob Polres Semarang Barat dibantu Resmob Polda Jateng berhasil meringkus Agung, nama panggilan pelaku, setelah berkoordinasi dengan tim Resmob Polres Kendal. Agung dibekuk di rumah kosong milik saudaranya di Jalan Candi Penataran Timur Gang 13, RT 13 RW 4, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.
Awalnya pelaku berkelit dengan mengatakan korban tewas akibat jatuh dari motor. Namun setelah dicecar dengan beberapa pertanyaan, Agung kerap memberikan jawaban berubah-ubah hingga menimbulkan kecurigaan petugas. Hingga akhirnya dia tidak bisa berkilah ketika petugas yang dipimpin Kanit Resmob Polres Semarang Barat Iptu Suwasana menunjukkan bukti-bukti tentang keterlibatannya.
Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Supra Fit H-5548-MW, seutas tali, pakaian korban penuh bercak darah, dan sebuah batu sebesar kepala orang dewasa. Batu itu digunakan pelaku menghamtam kepala korban berkali-kali untuk memastikan yang bersangkutan tewas, saat membuang di pematang sawah.
"Dia berhasil kami tangkap setelah kami lacak nomor kendaraan yang dipakai saat membuang korban. Nomor kendaraan itu diketahui dari laporan warga yang melihat saat pelaku memboncengkan dan membuang korban," ungkap Kapolres Semarang Barat AKBP Sugihardi SH melalui Kasat Reskrim AKP N Garjita SH.
Cemburu dan Sakit Hati
Dari hasil penyidikan sementara, motif pelaku membunuh adalah cemburu dan sakit hati. Agung merasa cemburu karena meski berpacaran dengannya, Ariani kerap kepergok jalan dengan pria lain. Agung juga sakit hati karena merasa disepelekan korban. Mereka kerap bersitegang dan cekcok.
Mengenai informasi yang mengatakan korban hamil, belum diketahui kepastiannya. Sebab, korban kini sedang di autopsi di RS Bhayangkara Semarang dan menunggu kepastian hasil laboratorium.
Puncak kejengkelan pelaku terjadi Kamis malam, ketika mereka berduaan di rumah Jalan Candi Penataran Timur. Terjadi adu mulut antarkeduanya. Saking jengkelnya, pelaku tidak hanya menghardik tapi juga menampar. Karena ketakutan korban minta diantar pulang. Tapi oleh pelaku, dia disarankan untuk tinggal. Ariani bersikeras dan memaki dengan mengatakan dia adalah pria yang tidak gentle.
Akibatnya, Agung kian berang dan kembali melampiaskan kemarahannya. Kepala gadis yang dipacari beberapa bulan itu dibenturkan berkali-kali ke pintu dapur. Tidak hanya itu, korban yang sudah sempoyongan dipukul dan lehernya dicekik. Masih kurang puas, Agung mengambil seutas tali dan menjerat leher Ariani hingga tewas tak bisa bernafas.
Setelah itu, Agung kebingungan melenyapkan mayat pacarnya tersebut. Dia kemudian mengambil motor dan memboncengkan korban yang sudah tak bernyawa. Agar tidak jatuh, tubuh korban diikat tali ke tubuhnya. Pelaku lantas menuju ke arah Kaliwungu, Kendal. Di pematang sawah di Desa Krajan Kulon itulah, korban dibuang.
Sebelum pergi, dia menghantam kepala Ariani dengan batu berukuran besar beberapa kali untuk memastikan benar-benar tewas. Posisi tubuh korban terlentang dengan kepala terbenam di parit tepi sawah. Setelah itu dia balik ke Kalipancur.
Saat memboncengkan mayat korban itu, ada warga yang melihat dan curiga. Warga tersebut mencatat nomor kendaraan pelaku. Warga yang menemukan mayat korban kemudian melapor polisi hingga terungkap identitasnya sekaligus menangkap pelaku pembunuhan tersebut. (Fahmi Z Mardizansyah /CN09)
|