Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca  Redaksi
News Flash
Gelembungkan Suara, Pengurus KPUD Tangerang Jadi Tersangka     Besan SBY Hadapi Tuntutan Kasus Korupsi     Demokrat : Yudhoyono Tak Didikte Partai Manapun     Krisis Ambalat, Warga Sebatik Mulai Berlatih Menembak     Pemerintah Dinilai Kehilangan Akal Tangani Lumpur Lapindo     
 

SUARA WARGA
Trayek Angkot Diserobot Angkutan Plat Hitam
Oleh Hilman
Saya menulis mewakili teman-teman Paguyuban Pengemudi Angkutan Jetak Kaliwungu (PAJAK) Kudus Jawa Tengah yang selalu merasa resah, sedih, emosi. Trayek angkutan yang menjadi mata pencaharian kami tidak jelas peruntukannya. Saling serobot. 

TERPOPULER
Umar Bakrie Tak ...
Ayo Makan Ikan!
Dilema Polisi Ti ...
 
TERBAIK
Umar Bakrie Tak ...
Dilema Polisi Ti ...
Ayo Makan Ikan!
 


REMAJA
Keindahan
Oleh andri-ruwayadi
apakah yang sempuna? apakah yang mulia? apakah yang ada? semua.. pada mu kasih..

TAJUK RENCANA
Informasi Telah Menjadi Milik Publik

Apa lagi yang sebenarnya bisa dilakukan oleh pers, ketika informasi — dalam realitasnya — telah menjadi milik publik? Pada sekitar dua dekade sebelum ini, para pekerja media mungkin masih bisa berbangga bahwa ”informasi adalah kekuatan”. Namun ketika yang dibanggakan sebagai

WACANA
Pers Vs Penegak Hukum
Oleh Novel Ali

Konflik pers dengan penegak hukum tidak dapat dicegah karena tiap pihak merasa memiliki keterdekatan dengan kebutuhan manusia, yang ingin diperankan masing-masing. PERS adalah ”mata, telinga, dan hati” publik. Melalui pemberitaan media massa (pers), publik di berbagai sudut planet bum

 
 

06/12/2008 22:33 wib - Nasional Aktual
Greenpeace Pimpin Aksi Iklim di Jakarta

Jakarta, CyberNews. Lebih dari seribu anak muda yang tergabung dengan Solar Generation, gerakan pemuda Greenpeace menggelar aksi perubahan iklim di Jakarta, Sabtu (6/12). Jutaan orang di seluruh dunia berpartisipasi dalam demonstrasi yang bertepatan dengan pertemuan iklim PBB yang sedang berlangsung di Poznan, Polandia.

Solar Generation dan Greenpeace menyerukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengarahkan delegasi Indonesia di pertemuan PBB di Polandia tersebut untuk membuat komitmen mengurangi emisi secara drastis akibat deforestasi dan menepati janji yang dibuatnya pada pertemuan G8 di Jepang.

Indonesia adalah pengemisi karbon dioksida ketiga terbesar di dunia, dimana sebagian besar berasal dari penghancuran lahan gambut dan hutan. Presiden Yudhoyono membuat komitmen tahun ini dalam pertemuan G8 di Hokkaido, Jepang untuk memangkas emisi karbon dari deforestasi sebanyak 50% pada tahun 2009, 75% pada tahun 2012 dan 95% pada tahun 2025.

"Setahun telah berlalu sejak para kepala negara yang bertemu di Bali berjanji untuk sepakat dalam menyelamatkan iklim pada tahun 2009. Ini berarti hanya tinggal satu tahun lagi waktu untuk bersepakat menghentikan krisis iklim. Di Poznan, kami rasa sudah waktunya para pemimpin negara menghentikan pembicaraan-pembicaraan berkepanjangan, mulai menunjukkan keseriusan dan segera memulai negosiasi. Langkah pertama bagi delegasi Indonesia adalah mewujudkan janji Presiden SBY untuk menghindari  perubahan iklim yang kebablasan. Mari berinvestasi untuk masa depan bersama yang lebih baik," kata Galih Aji Prasongko, Koordinator Solar Generation Greenpeace, dalam siaran pers yang diterima Suara Merdeka CyberNews, Sabtu (6/12).

Dijelaskan, Konferensi Badan Perubahan Iklim PBB atau The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali (COP13) mengeluarkan mandat untuk sebuah kesepakatan Kyoto-plus dan sebuah komitmen untuk  memperbaiki masalah-masalah dalam UNFCCC. Greenpeace mendorong agar kesepakatan Kyoto-plus menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas dari upaya menjaga agar kenaikan suhu global tetap di bawah 2 derajat.

"Penghancuran hutan mengakibatkan kerugian pada ekonomi dunia paling tidak 2 trilyun dolar pertahunnya. Kekeringan dan kebakaran hutan menghancurkan sumberdaya planet kita yang sangat berharga dan kenaikan permukaan air laut akan menggusur ratusan juta orang pada akhir abad ini. Di balik semua kabar buruk itu, masih ada kabar baik, yaitu untuk menghindari terlambatnya penanganan perubahan iklim, dunia harus menghentikan kecanduannya terhadap batubara dan penghancuran hutan. Kami perlu investasi bagi energi yang bersih, terbarukan dan menghentikan subsidi bagi energi kotor dan berbahaya seperti batubara dan nuklir," paparnya.

(Imam M Djuki /CN05)

print Versi Cetak    print Beritahu Teman



 
BERITA TERBARU

09/02/2010 23:22 wib
Jepara Kekurangan Pengawas Tenaga Kerja
09/02/2010 23:20 wib
Menjambret, Dua Pelajar SMK Ditangkap
09/02/2010 23:17 wib
Kios Pasar Tegalrejo akan Dibongkar
09/02/2010 23:15 wib
Puluhan Warga Kebumen Terkena Cikungunya
09/02/2010 23:03 wib
Liga Super Menelan Korban Seorang Suporter Meninggal Terinjak
 

BERITA TERPOPULER

17/02/2009 14:13 wib
4 Benjolan Tumor Di Perut Triyono
17/02/2009 11:46 wib
Triyono, Pria Bringin yang Dikabarkan Hamil
04/02/2010 16:28 wib
284 Tenaga Honorer Pemkab Tegal Diangkat CPNS
12/02/2009 08:48 wib
Air Bekas Mandi Ponari Jadi Rebutan
11/02/2009 16:25 wib
Puluhan Pasien Ponari Nekad Bertahan
 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved  
Groups