|
26/11/2008 09:23 wib - Nasional Aktual
Warga Miskin Keluhkan Pelayanan RS
Jakarta, CyberNews. Warga miskin Jakarta mengeluhkan pelayanan kesehatan di rumah-rumah sakit, khususnya dalam pelayanan administrasi yang dianggap sering mempersulit mereka. "Warga keluarga miskin (gakin) mengeluhkan pihak rumah sakit yang meminta uang muka (DP) terlebih dahulu, sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Serta pengguna gakin atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) kerap tidak langsung direspon petugas, dengan alasan sibuk," ungkap Direktur Eksekutif Kemitraan Muhammad Sobari di Jakarta.
Sobari yang menyampaikan hasil survei Citizen Report Card (CRC) tentang penilaian warga miskin terhadap pelayanan kesehatan di DKI Jakarta lebih lanjut mengatakan, 34,8% pasien miskin yang datang ke rumah sakit merasa kesulitan mengurus administrasi.
Survei yang diselenggarakan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro), Kemitraan, dan Koalisi Gerakan Rakyat Anti Pemiskinan (Garap) tersebut juga menunjukkan 21,7% pasien miskin menilai petugas kesehatan, mulai dari tenaga para medis hingga dokter, kerap bersikap tidak ramah.
"Mereka (tenaga para medis dan dokter) seringkali dipersepsikan judes dan galak oleh pasien Gakin," kata Sobari. Sementara itu, bila ada kemudahan yang diperoleh dari rumah sakit, para responden berpersepsi, karena adanya faktor kedekatan responden dengan petugas rumah sakit atau puskesmas.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Pattiro Dini Mentari menambahkan, 9,4% responden menyatakan buruknya sarana dan prasarana rumah sakit yang meliputi gedung, toilet, ruang perawatan, dan ruang tungu.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Masyur mengatakan, pengaduan masyarakat yang masuk ke komisinya, terkait buruknya pelayanan kesehatan terhadap warga miskin di Ibukota jauh lebih banyak dari hasil survei tersebut. Namun, Masyur tidak dapat menyebutkan rinciannya.
Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Pemprov DKI Jakarta, Aurora Tambunan mengakui, pelayanan kesehatan di Jakarta masih kurang memuaskan. "Tapi Pemprov bersama pemerintah pusat akan terus berusaha memperbaiki pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini terkait dalam mewujudkan visi Indonesia sehat 2010," ujarnya. (Ant /CN05)
|